Untuk mengelola padatnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz, Organisasi Maritim Internasional (IMO) menerapkan Traffic Separation Scheme (TSS) atau sistem pemisahan jalur pelayaran antara kapal masuk dan keluar. Masing-masing jalur selebar dua mil laut, dengan zona penyangga di antaranya.
Meski Selat Hormuz sempit, kedalaman perairannya memungkinkan kapal tanker besar melintas. Namun, dengan ruang gerak terbatas dan tingginya aktivitas maritim, Selat Hormuz menjadi salah satu perairan paling rentan terhadap gangguan, baik yang bersifat teknis maupun militer.
Beberapa negara termasuk AS telah menempatkan kekuatan angkatan laut di kawasan Teluk guna menjaga kebebasan navigasi. Meski demikian, eskalasi konflik dapat memicu ketegangan lebih besar, bahkan konflik bersenjata lintas negara.
Bisa dibilang Selat Hormuz bukan sekadar jalur laut sempit di antara dua negara tetapi nadi penting dalam sistem perdagangan energi global. Ketergantungan dunia terhadap minyak dan gas yang melalui kawasan ini menjadikannya titik strategis sekaligus titik rawan.
Demikian informasi mengenai apa itu Selat Hormuz. Semoga informasi ini bermanfaat!
Apa itu Selat Hormuz? | Selat Hormuz atau Strait of Hormuz adalah jalur laut sempit yang menghubungkan Teluk Persia di sebelah barat dengan Teluk Oman dan Laut Arab di sebelah timur. |
Selat Hormuz di mana letaknya? | Selat Hormuz terletak di antara pantai selatan Iran dan bagian utara dari wilayah Musandam milik Oman. |
Apa dampak Selat Hormuz ditutup? | Jika Selat Hormuz ditutup, distribusi sekitar seperlima pasokan minyak dunia akan terganggu sehingga harga energi global melonjak, inflasi meningkat, dan risiko ketegangan geopolitik serta perlambatan ekonomi dunia makin besar. |