Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Menkeu Suahasil ke World Bank: ASEAN Jadi Bright Spot Ekonomi Dunia

2 min read
Menkeu Suahasil ke World Bank: ASEAN Jadi Bright Spot Ekonomi Dunia
Menteri Keuangan Suahasil Nazara. Dok Kemenkeu
  • ASEAN disebut sebagai bright spot perekonomian dunia karena kebijakan pembangunan yang sehat dan kebijakan publik yang kredibel.

  • Indonesia mengandalkan sumber daya alam, hilirisasi, pendanaan swasta, penduduk muda, dan pendapatan yang bertumbuh.

  • Pemerintah menegaskan komitmen fiskal, sementara World Bank Group mendukung pendalaman pasar modal dan hilirisasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa ASEAN menjadi bright spot bagi perekonomian dunia. Hal ini didorong oleh kebijakan pembangunan yang sehat dan kebijakan publik yang kredibel.

Pernyataan tersebut disampaikan saat melakukan pertemuan dengan Presiden World Bank Group, Ajay Banga di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10).

"Saya meyakini bahwa ASEAN saat ini adalah bright spot dunia. Sebagai kawasan, kami tahu bahwa kawasan kami dalam kondisi baik. Saya yakin ini karena kami memiliki kebijakan pembangunan yang sehat dan kebijakan publik yang kredibel. Dalam kasus Indonesia, kami selalu menempatkan anggaran sebagai anggaran yang menumbuhkan perekonomian, melindungi masyarakat dan terus kredibel," ujar Suahasil Nazara dalam keterangan resmi, Selasa (13/10).

Menkeu mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekuatan pada sumber daya alam yang juga didukung agenda hilirisasi pemerintah dan mobilisasi pendanaan swasta. Di samping itu, ia menilai bahwa struktur penduduk muda dan tingkat pendapatan yang bertumbuh juga menjadi modal bagi masa depan kawasan.

"Belajar dari dunia adalah satu hal, tetapi menceritakan kisah ASEAN, kisah Indonesia, kepada dunia adalah hal lain. Kita memiliki banyak cerita untuk disampaikan. Saya yakin, jika kita satukan kisah ASEAN selama 50 hingga 60 tahun terakhir, itu adalah kisah sukses yang layak didengar dunia," kata Menkeu.

Dalam pertemuan tersebut, Menkeu Suahasil juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga kredibilitas fiskal sebagai fondasi pembangunan ekonomi.

"Satu-satunya mata uang yang kami miliki adalah kredibilotas. Karena itu, kami ingin menjaga kredibilitas kami dan menegaskan kembali komitmen terhadap defisit anggaran 3 persen serta rasio utang 60 persen terhadap produk domestik bruto (PDB)," katanya.

Suahasil mengatakan, kebijakan fiskal diarahkan untuk mendukung prioritas pemerintah seperti ketahanan pangan dan energi, pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan dan pendidikan, penguatan usaha kecil dan menengah, serta hilirisasi sumber daya alam. Bendahara negara tersebut juga juga menekankan pentingnya pendalaman sektor keuangan dan penciptaan lapangan kerja dengan nilai tambah yang lebih baik.

Pada sektor keuangan, Menkeu juga mendorong agar pendalaman dan inklusi keuangan berjalan seiring dengan stabilitas ekonomi. World Bank Group menyambut baik agenda tersebut termasuk dukungan teknis bagi pendalaman pasar modal domestik. World Bank Group juga menyatakan dukungannya terhadap agenda hilirisasi sumber daya alam Indonesia agar nilai tambah dapat dinikmati di dalam negeri.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More