Jakarta, FORTUNE - Pengamat penerbangan, Alvin Lie, menganggap tepat rencana pemerintah menutup sementara Bandara Halim Perdanakusuma untuk melakukan revitalisasi. Perbaikan akan meningkatkan kualitas dan kapasitas Halim di masa mendatang.
“Saya menilai sekarang ini adalah saat yang tepat selagi trafik transportasi udara ini belum naik lagi kembali semula,” kata Alvin kepada Fortune Indonesia, Senin (8/11).
Menurutnya, sejumlah fasilitas di sana perlu perbaikan. Contohnya landasan pacu, misalnya. Infrastruktur tersebut kerap menimbulkan masalah karena permukaannya telah mengelupas. Desain landas ancang (taxiway ) juga butuh dibenahi agar lebih efisien. Gedung terminal pun demikian.
Kabar pemerintah melakukan penutupan demi revitalisasi ini sebelumnya tampak dari Risalah Rapat Koordinasi Operasional di Bandara Halim Perdanakusuma, Senin (1/11). Dokumen yang beredar di kalangan media tersebut menyebut Bandara Halim akan ditutup secara bertahap, baik parsial atau total, mulai November 2021 hingga 9 bulan berikutnya.
Alvin menambahkan bahwa bila otoritas bandara menutup Halim, trafik penerbangan bisa dialihkan ke Soekarno-Hatta. Menurutnya, kapasitas Bandara Soekarno-Hatta masih memadai untuk menerima pengalihan.