NEWS

Airlangga: Tambahan Subsidi Pupuk Rp14 T Penuhi Target 7,7 Juta Ton

Kurangnya pupuk subsidi sebabkan masalah bagi para petani.

Airlangga: Tambahan Subsidi Pupuk Rp14 T Penuhi Target 7,7 Juta TonMenko Ekon, Airlangga Hartarto, Minggu (4/2). (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah)
05 February 2024

Jakarta, FORTUNE – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekon), Airlangga Hartarto, menjelaskan alasan penambahan anggaran Subsidi Pupuk senilai Rp14 triliun. Tambahan itu menurutnya ditujukan untuk memenuhi target pengadaan 7,7 juta ton pupuk.

“Pemerintah menyediakan pupuk subsidi tahun ini sebanyak 5,2 juta ton, kemudian alokasinya ditambah oleh Bapak Presiden sebanyak 2,5 juta ton, sesuai dengan target pengadaan sebesar 7,7 sampai 7,8 juta ton,” kata Airlangga di konferensi pers Gebyar Diskon Pupuk 2024, Minggu (5/2).

Penambahan ini diterapkan pada pagu semula yang berjumlah Rp26,68 triliun, sehingga kini total anggaran pupuk bersubsidi mencapai Rp40,68 triliun.

Tambahan subsidi ini diharapkan dapat mengatasi kekurangan pupuk bersubsidi tahun anggaran 2024, yang ditargetkan bagi 14,3 juta petani. “Tentu nanti kami (juga) akan minta Kementerian Pertanian dan DPR untuk menyelesaikan masalah tambahan alokasi pupuk bersubsidi ini,” katanya.

Keluhan petani

Presiden Jokowi berdialog dengan sejumlah petani  usai meresmikan Bendungan Beringin Sila di Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB.
Presiden Jokowi berdialog dengan sejumlah petani usai meresmikan Bendungan Beringin Sila di Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB. (Dok. Setpres)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan rencana menambah anggaran subsidi pupuk Rp14 triliun setelah mendengar keluhan dari para petani perihal kurangnya kuota pupuk subsidi. Oleh sebab itu, dia kemudian menginstruksikan penambahan subsidi dengan Kementerian Keuangan serta Kementerian Pertanian, serta meminta persetujuan di DPR.

Jokowi memastikan bahwa stok subsidi untuk awal tahun, dengan 1,2 juta ton pupuk subsidi sudah tersedia. “Yang kita berusaha nanti untuk semester keduanya. Artinya yang Rp 14 triliun ini untuk semester keduanya. Inilah yang kita harapkan agar yang namanya pupuk sudah tidak bermasalah lagi, saya tidak ingin dengar itu,” ujarnya di hadapan para petani, Selasa (2/1).

Masalah mendesak

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat bertemu rekan media di kantornya, Kementan Jakarta, Jumat (27/10). Eko Wahyudi/FORTUNE Indonesia

Related Topics

    © 2024 Fortune Media IP Limited. All rights reserved. Reproduction in whole or part without written permission is prohibited.