NEWS

Kejaksaan Tahan Jubir Paslon AMIN Terkait Dugaan Kasus Pajak

Diduga rugikan negara hingga Rp1,1 miliar.

Kejaksaan Tahan Jubir Paslon AMIN Terkait Dugaan Kasus PajakIndra Charismiadji. (ndracharismiadji.com)
28 December 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNEKejaksaan Negeri Jakarta Timur (Kejari Jaktim) menahan salah satu juru bicara pasangan calon Presiden-Wakil Presiden nomor urut satu (Anies-Cak Imin/AMIN), Indra Charismiadji, atas dugaan Kasus Pajak.

Pelaksana Harian Kepala Seksi Intelijen Kejari Jaktim, Mahfuddin Cakra Saputra, mengatakan, Indra Charismiadji bersama Ike Andriani selaku pemilik dan pengelola PT Luki Mandiri Indonesia Raya, diduga melakukan tindak pidana perpajakan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam periode Januari-Desember 2019.

“Keduanya dengan cara sengaja tidak menyampaikan surat pemberitahuan Masa PPN atau sengaja tidak menyetorkan PPN yang telah dipungut ke kas negara sehingga menimbulkan kerugian pada pendapatan negara sebesar Rp1.103.028.418,” kata Mahfuddin dalam keterangan tertulis, Rabu (27/12).

Dalam kasus ini, Indra menjadi tersangka pelanggaran Pasal 39 ayat (1) huruf c jo. Pasal 43 ayat (1) UU tentang Perpajakan jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP. Selain itu, Indra juga dijerat pasal 3 jo. Pasal 10 UU tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU atau Pasal 5 jo. Pasal 10 UU yang sama.

“Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan sejak tanggal 27 Desember 2023 sampai dengan tanggal 15 Januari 2024,” kata Mahfuddin.

Penahanan bukan penangkapan

Anggota tim hukum Tim Nasional Pemenangan AMIN, Aziz Yanuar, mengatakan Indra bukan ditangkap, namun ditahan. Hal ini merupakan bagian dari tahap pelimpahan tersangka dan barang bukti (berkas tahap II) dari penyidik kantor wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Timur.

Menurut Aziz, perkara ini sudah berlangsung selama satu tahun lebih, dan selama itu Indra belum pernah diperiksa oleh pihak kejaksaan. "Perusahaan yang diduga gelapkan pajak ada pengiriman uang ke beliau (Indra)," ujarnya kepada media, Rabu (27/12).

Soal pelimpahan ini juga dikonfirmasi oleh Kepala Kejari Jaktim, Imran. Ia mengatakan, pihaknya menerima pelimpahan tahap dua kasus yang menjerat Indra Charismiadji dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, dalam rupa pelimpahan tersangka dan barang bukti. Hal ini dilakukan untuk segera membawa kasus dugaan penggelapan pajak ini ke dalam persidangan. “Tidak ada penangkapan,” ujarnya.

Sepak terjang

Melansir laman Indracharismiadji.com, Indra lahir di Bandung pada 9 Maret 1976, dan memiliki ketertarikan besar pada dunia pendidikan. “Memang sejak dari kecil, passion saya ada di dunia pendidikan. Walaupun saya berlatar belakang pendidikan dari bidang yang berbeda namun rasa cinta terhadap bidang pendidikan bagaikan magnet yang menarik diri saya untuk selalu berkiprah di bidang edukasi,” ujarnya di laman tersebut.

Politikus dari Partai Nasdem ini diketahui menghabiskan studinya di Amerika Serikat, sejak lulus dari the University of Toledo, Ohio, dengan gelar ganda di bidang keuangan dan pemasaran untuk jenjang strata satu hingga melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi di Dana University, Ottawa Lake, Michigan.

Indra diketahui sempat bekerja di beberapa perusahaan global di Amerika Serikat, seperti Merril Lynch, Omnicare, dan Dana Corporation. Pada 2002, Indra kembali ke Tanah Air dan berkomitmen untuk mengembangkan mutu pendidikan di Indonesia.

“Di koran-koran dan televisi, saya selalu membaca, melihat, dan mendengar bahwa Indonesia sangat banyak masalah. Itu yang mendorong saya pulang ke Indonesia,” ujar Indra. 

Ia pun memulai kiprahnya dengan memperkenalkan CALL (Computer-Assisted Language Learning) atau pembelajaran bahasa dengan bantuan komputer untuk pertama kalinya di berbagai lembaga pendidikan. Indra juga aktif sebagai pemerhati dan praktisi pendidikan dengan spesialisasi di Pembelajaran Abad 21 atau Edukasi 4.0, hingga akhirnya membuahkan penghargaan “Anugerah Pendidikan Indonesia” dari Ikatan Guru Indonesia (IGI) pada tahun 2018.

Pada 2019, Indra beralih dari korporasi yang berorientasi pada laba, menjadi pimpinan sebuah organisasi nirlaba dalam bidang pendidikan, yakni Center for Education Regulations and Development Analysis (CERDAS) dan mengambil peran sebagai Direktur Eksekutif.

Selain itu, ia juga aktif di berbagai organisasi, seperti Direktur Utusan Khusus Pendidikan Vox Populi Institute Indonesia, Ketua Dewan Pembina di Perkumpulan Sekolah Digital Indonesia, Ketua Dewan Pembina di Harmoni Pendidik Pengajar Indonesia (HIPPER 4.0), hingga anggota dari ISTE (International Society for Technology in Education).

Related Topics