Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Danantara Lepas Lebih dari 100 BUMN Non-Inti ke Swasta
Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria. (Dok. BP BUMN)
  • Danantara telah melepas lebih dari 100 perusahaan BUMN non-inti kepada swasta untuk memfokuskan portofolio BUMN pada bisnis inti berskala besar.
  • Pemerintah menargetkan jumlah sekitar 1.074 BUMN menyusut menjadi sekitar 200, dengan lebih dari 800 entitas ditutup atau sektor non-inti dialihkan ke swasta.
  • Danantara membuka kolaborasi swasta di sektor strategis, terutama industri tekstil, sementara pemerintah diharapkan mendukung lewat deregulasi dan kebijakan terkait.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (8/10)

COO BPI Danantara Dony Oskaria menyampaikan bahwa lebih dari 100 perusahaan BUMN non-core telah dilepas kepada swasta dalam agenda 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran.

tahun ini

Pemerintah menargetkan jumlah BUMN menyusut dari sekitar 1.074 menjadi sekitar 200 BUMN.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Danantara menyatakan telah melepas lebih dari 100 perusahaan BUMN non-core kepada pihak swasta dan menargetkan penyederhanaan jumlah BUMN.
  • Who?
    Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, COO BPI Danantara Dony Oskaria, pemerintah, BUMN, dan pihak swasta.
  • Where?
    Dalam agenda 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran yang dilansir secara daring, dengan dateline Jakarta.
  • When?
    Kamis (8/10); target penyusutan jumlah BUMN menjadi sekitar 200 disebut untuk tahun ini.
  • Why?
    Agar BUMN lebih fokus menjalankan bisnis utama dan sektor swasta dapat mengelola bisnis yang tidak menjadi inti BUMN.
  • How?
    Perusahaan non-core dilepas kepada swasta, sementara Danantara membuka kolaborasi dalam sektor strategis melalui dukungan deregulasi dan kebijakan investasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Danantara melepas lebih dari 100 perusahaan BUMN yang bukan bisnis utama kepada swasta. Dony Oskaria mengatakan BUMN akan fokus pada bisnis besarnya. Pemerintah ingin jumlah BUMN berkurang dari 1.074 menjadi sekitar 200. Danantara juga ingin bekerja sama dengan swasta untuk mengembangkan industri tekstil dan membuka lapangan kerja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pelepasan perusahaan non-core memberi ruang bagi BUMN untuk berfokus pada kompetensi utamanya. Pada saat yang sama, keterlibatan swasta dibuka melalui pengelolaan bisnis dan kolaborasi sektor strategis, termasuk industri tekstil yang dinilai berpotensi menciptakan lapangan kerja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) melepas lebih dari 100 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor non-core kepada pihak swasta. Itu dilakukan guna mentransformasi portofolio BUMN agar lebih fokus pada bisnis inti berskala besar.

Kebijakan tersebut disampaikan oleh COO BPI Danantara, Dony Oskaria, dalam agenda dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto, yang digelar secara daring, Kamis (8/10).

Pelepasan entitas non-inti ini bertujuan mengoptimalkan kinerja BUMN pada kompetensi utamanya. Di sisi lain, langkah ini memberikan ruang lebih luas bagi sektor swasta dalam mengelola lini bisnis yang bukan menjadi fokus pemerintah.

“Dalam transformasi BUMN, ini sudah lebih dari 100 perusahaan BUMN non-core kita lepas kepada swasta,” ujar Dony yang dilansir secara daring, Kamis (8/10).

Dia menilai sektor swasta memiliki fleksibilitas dan kapasitas lebih baik dalam mengelola lini bisnis di luar kompetensi utama BUMN.

“BUMN akan masuk ke kompetensi inti yang memang besar-besar,” ujar Dony.

Selain pelepasan entitas non-core, pemerintah juga tengah melakukan penyederhanaan jumlah BUMN secara signifikan. Dari sekitar 1.074 BUMN, jumlah tersebut ditargetkan menyusut drastis hingga tersisa sekitar 200 BUMN saja.

“Teman-teman bisa bayangkan. Lebih dari 800 BUMN yang kita tutup dan sektor-sektor yang tidak menjadi core kita, kita berikan kepada swasta,” katanya.

Pengurangan jumlah BUMN ini dirancang mendorong keterlibatan swasta yang lebih besar dalam perekonomian nasional. Menurut Dony, beban pembangunan ekonomi tidak bisa ditanggung sepenuhnya oleh negara.

“Tidak mungkin itu dibebankan seluruhnya kepada apakah itu Danantara maupun kepada pemerintah. Peran sektor swasta harus kita dorong semaksimal mungkin,” katanya.

Di samping restrukturisasi, Danantara membuka peluang kerja sama dengan swasta dalam mengembangkan sektor-sektor strategis. Salah satu fokus utama adalah industri tekstil yang dinilai berpotensi besar dalam penyerapan tenaga kerja.

Danantara akan mulai masuk ke dalam pengembangan industri tekstil dengan tetap membuka ruang kolaborasi bagi investor swasta. Keberhasilan langkah ini diharapkan mendapat dukungan penuh dari pemerintah melalui kemudahan regulasi.

“Ini kembali lagi dibantu juga dan didukung juga oleh pemerintah dan akan melakukan deregulasi, termasuk di dalamnya beberapa kebijakan,” kata Dony.

Curated For You

Editorial Team

Related Article