Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Konflik Timur Tengah Memanas, ICP Melonjak 26,14 Persen
potret kilang minyak (pexels.com/Michael Pointner)
  • ICP September 2026 ditetapkan US$112,81 per barel, naik 26,14 persen dari Agustus 2026.

  • Ketegangan Timur Tengah meningkatkan risiko pelayaran di Selat Hormuz dan memperketat pasokan minyak mentah global.

  • Pemerintah memproyeksikan harga ICP bulan depan berada di kisaran US$98-103 per barel.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
bulan Juli

Ekspor minyak mentah melalui Selat Hormuz menjadi pembanding penurunan ekspor yang mencapai 28 persen.

Agustus 2026

ICP berada di level US$89,43 per barel. Nilai sejumlah benchmark internasional kemudian dibandingkan dengan periode ini.

September 2026

Pemerintah menetapkan ICP sebesar US$112,81 per barel. Harga tersebut naik 26,14 persen dalam sebulan terakhir.

Selasa (13/10)

Laode Sulaeman menyampaikan bahwa kenaikan ICP mencerminkan ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan.

bulan depan

ICP diproyeksikan berada di level US$98-103 per barel.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Harga minyak mentah Indonesia atau ICP September 2026 naik 26,14 persen menjadi US$112,81 per barel.
  • Who?
    Pemerintah dan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman.
  • Where?
    Perubahan harga dipengaruhi kondisi di Timur Tengah, Selat Hormuz, Rusia, dan kawasan Laut Merah.
  • When?
    Penetapan ICP berlaku untuk September 2026 dan disampaikan Laode pada Selasa (13/10).
  • Why?
    Ketegangan geopolitik, risiko gangguan pasokan, penundaan kuota produksi OPEC+, serta serangan terhadap infrastruktur energi memperketat pasokan global.
  • How?
    Risiko keamanan pelayaran meningkat, ekspor melalui Selat Hormuz sempat turun 28 persen dibandingkan Juli, dan Pipa East-West Arab Saudi ditutup sementara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Harga minyak Indonesia naik banyak menjadi US$112,81 per barel pada September 2026. Laode Sulaeman menjelaskan, ketegangan Amerika Serikat dan Iran membuat perjalanan kapal minyak di Selat Hormuz lebih berisiko. Pasokan minyak juga terganggu. Pemerintah masih memantau harga dan memperkirakan bulan depan berada di US$98-103 per barel.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah menyatakan pergerakan harga minyak terus dipantau secara cermat untuk menjaga ketahanan energi nasional. Formula ICP juga dipastikan tetap transparan agar mencerminkan dinamika pasar internasional serta tetap akuntabel bagi keuangan negara dan kegiatan usaha hulu migas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) melonjak hingga 26,14 persen dalam sebulan terakhir, seiring dengan eskalasi konflik timur tengah yang masih membayangi.

Pemerintah menetapkan ICP September 2026 sebesar US$112,81 per barel, naik dibandingkan Agustus 2026 yang berada di level US$89,43 per barel.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengatakan eskalasi konflik militer dan kebuntuan diplomasi di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran, meningkatkan risiko keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital ekspor minyak dunia.

Akibatnya, ekspor minyak mentah melalui rute vital tersebut sempat mengalami penurunan hingga 28 persen dibandingkan Juli. Kondisi ini diperkuat oleh serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan tersebut, termasuk penutupan sementara Pipa East-West Arab Saudi berkapasitas 7 juta barel per hari akibat serangan drone sebagai langkah pencegahan.

"Rata-rata ICP periode September 2026 yang naik menjadi US$112,81 per barel merupakan cerminan dinamika pasar minyak global yang dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya risiko gangguan pasokan (supply disruption risk)," ujar Laode di Jakarta, Selasa (13/10).

Di sisi lain, penundaan kuota produksi oleh OPEC+ serta serangan lanjutan terhadap infrastruktur kilang dan terminal ekspor minyak di Rusia dan kawasan Laut Merah turut memperketat pasokan minyak mentah global.

"Kenaikan ini terjadi secara menyeluruh pada seluruh benchmark internasional," ujarnya menambahkan.

Berikut perbandingan ICP Agustus 2026:

  • Brent (ICE) naik US$13,94 menjadi US$102,02 per barel.

  • WTI (Nymex) naik US$13,24 menjadi US$95,69 per barel.

  • Dated Brent naik US$25,93 menjadi US$116,77 per barel.

  • Basket OPEC naik US$24,29 menjadi US$110,73 per barel.

Kenaikan ICP juga diproyeksikan masih terus berlangsung hingga bulan depan. Menurut Laode harganya akan berada di level US$98-103 per barel. Ia memastikan pergerakan harga terus dipantau secara cermat untuk menjaga ketahanan energi nasional.

"Kami memastikan formula ICP tetap transparan mencerminkan dinamika pasar internasional agar tetap akuntabel bagi keuangan negara dan kegiatan usaha hulu migas," ujarnya.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article