Jakarta, FORTUNE - Pemerintah Inggris resmi menangguhkan tarif impor terhadap 89 jenis produk hingga Juli 2027, sebagai bagian dari upaya mendukung dunia usaha dalam negeri serta meringankan tekanan biaya hidup masyarakat. Kebijakan yang diumumkan pada Senin (14/4) ini langsung berlaku dan mencakup berbagai kategori barang, mulai dari kebutuhan sehari-hari.
Berbagai produk yang terdampak, di antaranya pasta, jus buah, rempah-rempah, dan minyak kelapa, hingga bahan industri seperti kayu lapis dan plastik yang digunakan dalam sektor konstruksi dan manufaktur. Produk musiman seperti sirup agave, yang populer di kalangan pembuat koktail, serta umbi tanaman untuk keperluan berkebun juga termasuk dalam daftar barang yang mendapatkan penangguhan tarif.
Otoritas setempat memperkirakan kebijakan ini akan menghemat setidaknya 17 juta poundsterling setiap tahunnya. Pemerintah berharap penghematan ini dapat diteruskan ke konsumen melalui harga eceran yang lebih terjangkau, terutama menjelang musim panas.
“Perdagangan bebas dan terbuka menumbuhkan ekonomi, menurunkan harga, dan membantu bisnis untuk menjual (produknya) ke seluruh dunia. Itulah sebabnya kami memangkas tarif untuk berbagai produk,” ujar Menteri Bisnis dan Perdagangan Inggris, Jonathan Reynolds, mengutip Xinhhua (16/4).
Ia menambahkan, “Dari makanan hingga furnitur, kebijakan ini akan mengurangi biaya barang sehari-hari untuk bisnis, dengan penghematan yang diharapkan bisa diteruskan ke konsumen.”
