Ada beberapa faktor utama yang memengaruhi terjadinya kemiskinan struktural, antara lain:
1. Kebijakan ekonomi yang tidak adil
Fokus pembangunan yang hanya mengejar pertumbuhan tanpa pemerataan kerap membuat jurang kaya-miskin semakin lebar. Kebijakan yang lebih menguntungkan kelompok berduit menyebabkan masyarakat miskin semakin terpinggirkan.
2. Ketimpangan akses pendidikan
Pendidikan berkualitas masih terkonsentrasi di perkotaan, sementara masyarakat di desa sering tertinggal. Akibatnya, mereka sulit bersaing di pasar kerja modern.
3. Distribusi sumber daya yang tidak merata
Akses terhadap tanah, modal, dan teknologi banyak dikuasai oleh kelompok tertentu. Hal ini membuat akhirnya hanya menjadi buruh atau pekerja harian tanpa kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan.
4. Keterbatasan lapangan kerja
Struktur ekonomi yang belum merata membuat lapangan kerja formal lebih banyak tersedia di kota, sedangkan di desa masyarakat bergantung pada pekerjaan berupah rendah.
5. Kebijakan ekonomi yang kurang inklusif
Kebijakan pembangunan sering kali lebih berpihak pada sektor tertentu, sehingga masyarakat miskin tidak mendapatkan manfaat maksimal dari pertumbuhan ekonomi.
6. Korupsi dan Kolusi
Korupsi membuat anggaran negara yang seharusnya digunakan untuk pelayanan publik justru dinikmati oleh pejabat. Akibatnya, masyarakat miskin kehilangan dukungan negara untuk pendidikan, kesehatan, maupun pembangunan ekonomi.
7. Rendahnya Kualitas SDM
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang rendah menjadi cerminan keterbatasan pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja. Tanpa peningkatan kualitas SDM, masyarakat miskin akan semakin sulit bersaing di pasar kerja.