Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
KUMPUL Connect for Change Summit 2026 Bahas Peluang dan Tantangan UMKM
KUMPUL Connect for Change Summit 2026 Ajak Para Pemimpin Lintas Sektor untuk “Reimagine Impact” dan Mendorong Pertumbuhan Inklusif di Asia
  • KUMPUL membuka registrasi Connect for Change Summit 2026 pada 20–21 Oktober di Jakarta, mempertemukan pelaku bisnis, investor, pemerintah, dan organisasi pembangunan Asia.
  • Forum bertema “Reimagine Impact” menyoroti missing middle: 71 juta bisnis kecil berkembang di Asia Tenggara masih terbatas akses pembiayaan, teknologi, pasar, dan pertumbuhan.
  • Pembahasan mencakup ekosistem teknologi, rantai nilai inklusif, komunitas inovasi, serta kemitraan global; peserta membahas akses modal, teknologi, pasar, dan ekspansi regional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — KUMPUL membuka registrasi KUMPUL Connect for Change Summit 2026 yang akan berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta. Mengusung tema “Reimagine Impact”, forum ini akan mempertemukan pemimpin bisnis, pengusaha, investor, pemerintah, dan organisasi pembangunan untuk membahas pertumbuhan inklusif serta peluang kolaborasi lintas sektor di Asia.

Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, forum ini melanjutkan momentum edisi 2025 yang dihadiri lebih dari 800 peserta dari 15 negara di Asia-Pasifik. Pesertanya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari perusahaan rintisan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan multinasional, organisasi nirlaba, investor, hingga instansi pemerintah.

Salah satu isu utama yang akan dibahas adalah missing middle, yakni kelompok usaha kecil dan berkembang yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pembiayaan, teknologi, pasar, dan peluang pertumbuhan.

Dalam siaran persnya, KUMPUL menyebut investasi perusahaan rintisan di Asia Tenggara dalam sepuluh tahun terakhir mencapai US$95,8 miliar. Namun, sekitar 71 juta small growing businesses (SGBs), atau 97 persen dari seluruh bisnis di kawasan tersebut, dinilai masih belum memperoleh dukungan yang memadai.

Selain itu, kurang dari 30 persen SGBs memiliki akses terhadap pembiayaan formal. Kesenjangan pembiayaan bisnis di Asia Tenggara disebut mencapai lebih dari US$300 miliar per tahun.

Founder & Chairperson KUMPUL Faye Wongso mengatakan, upaya mengatasi kesenjangan tersebut memerlukan pendekatan yang mempertimbangkan kebutuhan bisnis pada setiap tahap pertumbuhan, mulai dari kesiapan memperoleh modal hingga kemitraan dan pendampingan jangka panjang.

“Menutup kesenjangan Missing Middle membutuhkan penataan kembali bagaimana dukungan diberikan pada berbagai tahap pertumbuhan, mulai dari kesiapan dan akses terhadap modal hingga kemitraan dan pendampingan jangka panjang,” kata Faye.

Menurut dia, pengembangan ekosistem yang berangkat dari kebutuhan nyata pengusaha dapat membuka peluang bagi lebih banyak bisnis untuk tumbuh tanpa hanya bergantung pada jaringan yang telah terbentuk.

 

Empat Fokus Pembahasan

KUMPUL Connect for Change Summit 2026 akan mengangkat empat fokus utama, yakni pengembangan ekosistem perusahaan teknologi dan inovasi, penciptaan dampak sosial dan lingkungan melalui rantai nilai inklusif, peran komunitas sebagai infrastruktur inovasi dan pertumbuhan, serta penguatan kemitraan global untuk transformasi regional.

Forum ini juga akan mengedepankan tiga pendekatan, yaitu menghubungkan berbagai sektor, menerjemahkan percakapan menjadi kolaborasi dan komitmen, serta mendorong dampak yang berkelanjutan.

BNI Ventures tercatat sebagai mitra strategis dalam penyelenggaraan acara tersebut.

Sejumlah pembicara yang telah diumumkan antara lain Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Indonesia periode 2014–2024; Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika periode 2014–2019 sekaligus penasihat KUMPUL dan KUMPUL Impact; Rahayu Saraswati, Senior Advisor Tribhuwana Advisory; Nobu Kawasaki, President Director Bank Danamon; serta Miguel Soriano, Country Anchor Indonesia and Timor-Leste pada Financial Institutions Group Advisory, International Finance Corporation (IFC).

Dalam pernyataannya mengenai penyelenggaraan edisi 2025, Rudiantara menyoroti pentingnya model bisnis dengan rantai pasok dan pembeli yang jelas agar kebutuhan pendanaan usaha lebih terkelola dan menarik bagi penyandang dana.

KUMPUL menyatakan forum ini ditujukan bagi pengusaha dan pemimpin bisnis yang membutuhkan akses pasar, pembiayaan, mitra strategis, serta peluang ekspansi regional. Forum tersebut juga menyasar investor, lembaga keuangan, korporasi, pemerintah, organisasi pembangunan, serta pengelola ekosistem kewirausahaan.

Selama dua hari, peserta akan mengikuti diskusi mengenai akses terhadap modal, teknologi, pasar, inovasi, komunitas, dan kemitraan regional.

Pendaftaran KUMPUL Connect for Change Summit 2026 dibuka melalui laman c4csummit.kumpul.id. Informasi mengenai tema, pembicara, rangkaian sesi, dan ketentuan partisipasi tersedia di laman tersebut.

Sponsored Content: This article is a paid collaboration. While this content is sponsored, all insights, reviews, and editorial standards remain entirely our own.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article