Jakarta, FORTUNE — KUMPUL membuka registrasi KUMPUL Connect for Change Summit 2026 yang akan berlangsung pada 20–21 Oktober 2026 di The Ritz-Carlton Mega Kuningan, Jakarta. Mengusung tema “Reimagine Impact”, forum ini akan mempertemukan pemimpin bisnis, pengusaha, investor, pemerintah, dan organisasi pembangunan untuk membahas pertumbuhan inklusif serta peluang kolaborasi lintas sektor di Asia.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, forum ini melanjutkan momentum edisi 2025 yang dihadiri lebih dari 800 peserta dari 15 negara di Asia-Pasifik. Pesertanya berasal dari berbagai kalangan, mulai dari perusahaan rintisan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perusahaan multinasional, organisasi nirlaba, investor, hingga instansi pemerintah.
Salah satu isu utama yang akan dibahas adalah missing middle, yakni kelompok usaha kecil dan berkembang yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pembiayaan, teknologi, pasar, dan peluang pertumbuhan.
Dalam siaran persnya, KUMPUL menyebut investasi perusahaan rintisan di Asia Tenggara dalam sepuluh tahun terakhir mencapai US$95,8 miliar. Namun, sekitar 71 juta small growing businesses (SGBs), atau 97 persen dari seluruh bisnis di kawasan tersebut, dinilai masih belum memperoleh dukungan yang memadai.
Selain itu, kurang dari 30 persen SGBs memiliki akses terhadap pembiayaan formal. Kesenjangan pembiayaan bisnis di Asia Tenggara disebut mencapai lebih dari US$300 miliar per tahun.
Founder & Chairperson KUMPUL Faye Wongso mengatakan, upaya mengatasi kesenjangan tersebut memerlukan pendekatan yang mempertimbangkan kebutuhan bisnis pada setiap tahap pertumbuhan, mulai dari kesiapan memperoleh modal hingga kemitraan dan pendampingan jangka panjang.
“Menutup kesenjangan Missing Middle membutuhkan penataan kembali bagaimana dukungan diberikan pada berbagai tahap pertumbuhan, mulai dari kesiapan dan akses terhadap modal hingga kemitraan dan pendampingan jangka panjang,” kata Faye.
Menurut dia, pengembangan ekosistem yang berangkat dari kebutuhan nyata pengusaha dapat membuka peluang bagi lebih banyak bisnis untuk tumbuh tanpa hanya bergantung pada jaringan yang telah terbentuk.
