Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Menkeu Perpanjang 6 Bulan Masa Penempatan Dana Rp200 T di Bank
Konferensi pers APBN KiTa. Dok Fortune Indonesia
  • Pemerintah memperpanjang penempatan dana Rp200 triliun di lima bank BUMN selama enam bulan untuk menjaga likuiditas perbankan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan langkah ini akan memperkuat likuiditas, mendorong kredit tumbuh dua digit, serta menjaga pertumbuhan uang primer tetap tinggi hingga Februari 2026.
  • Data menunjukkan suku bunga deposito dan kredit menurun, sementara kredit tumbuh 10 persen dan Dana Pihak Ketiga naik 13,5 persen pada Januari 2026, mencerminkan kondisi pasar yang stabil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Kementerian Keuangan menyatakan akan memperpanjang penempatan dana sebesar Rp200 triliun pada bank yang akan jatuh tempo di 13 Maret 2026 hingga 6 bulan kemudian.

“Jadi bank tidak perlu khawatir kehilangan likuiditas karena pemerintah akan terus mendukung likuiditas di pasar,” ujar Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam konferensi Pers APBN KiTa, Senin (23/1).

Pemerintah berharap, hal ini dapat memperkuat likuiditas perbankan, dan mendorong kredit perbankan. Evaluasi berikutnya akan dilakukan pada September mendatang.

‘Harapannya ekonomi sudah semakin bergerak lebih tinggi, berbagai program prioritas pemerintah semakin terlihat hasilnya. Danantara sudah semakin berperan dan dana non-resident sudah semakin banyak masuk ke Indonesia dengan pengerja ekonomi dan kepercayaan Indonesia yang terus membaik,” tuturnya.

Purbaya menyatakan, penempatan dana pemerintah pada perbankan pada September 2025 hingga memasuki Februari 2026 konsisten mendukung likuiditas di perbankan. Pertumbuhan uang primer (M0) sebesar 11,7 persen per Februari 2026.

“Ini memberi ruang sepertinya untuk kredit untuk tumbuh double digit juga. Pertumbuhan M0 akan dijaga tetap double digit,” tuturnya.

Data yang dipaparkan menunjukkan, suku bunga deposito dengan tenor 3 bulan turun menjadi 4,68 persen pada Januari 2026 dari 4,71 persen pada November 2025. Sementara itu, suku bunga deposito dengan tenor 6 bulan turun menjadi 4,73 persen pada Januari 2026 dari 5,03 persen pada November 2025.

Sementara itu, suku bunga kredit turun menjadi 8,80 persen pada Januari 2026 dari 8,81 persen pada November 2025.

Di samping itu, kredit tumbuh 10 persen di bulan Januari 2026 dengan suku bunga yang terus kompetitif bagi masyarakat. Adapun, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 13,5 persen pada Januari 2026.

“Komitmen koordinasi kebijakan yang disepakati dengan BI akan terus dijaga dan kami bertemu Gubernur BI Jumat pekan lalu untuk konsolidasi kebijakan,” imbuhnya.

Sebegai konteks, Pemerintah menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun ke lima bank milik negara yang menjadi langkah strategis untuk meningkatkan likuiditas di sistem perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp 55 triliun, sementara BTN mendapatkan Rp 25 triliun dan BSI Rp 10 triliun.

Dana tersebut merupakan Dana pemerintah yang sebelumnya belum dibelanjakan dan disimpan di bank sentral. Dengan menempatkannya di bank komersial, dana ini dapat diakses untuk kredit.

Editorial Team