Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Pacu Ekspor Nasional, Kemendag Bidik US$17,5 Miliar di Trade Expo Indonesia 2026

3 min read
Pacu Ekspor Nasional, Kemendag Bidik US$17,5 Miliar di Trade Expo Indonesia 2026
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10). (Eko Wahyudi/Fortune Indonesia)
  • Budi Santoso membuka TEI ke-41 di ICE BSD dengan target transaksi US$17,5 miliar, melibatkan 1.873 eksibitor dan proyeksi 30.000 pengunjung hingga 18 Oktober 2026.

  • Sebanyak 168 MoU senilai US$13,2 miliar dijadwalkan diteken eksportir Indonesia dan pembeli dari 22 negara; pembeli terdaftar mencapai 16.885 orang dari 134 negara.

  • Ekspor Indonesia Januari–Agustus 2026 tumbuh 4,74 persen menjadi US$193,64 miliar, didukung strategi pengamanan pasar domestik, perluasan ekspor, serta penguatan UMKM menuju pasar global.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, FORTUNE — Menteri Perdagangan, Budi Santoso, resmi membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (14/10), dengan mematok target transaksi US$17,5 miliar.

Pameran dagang internasional yang berlangsung hingga 18 Oktober 2026 tersebut menghadirkan 1.873 eksibitor dan diproyeksikan menarik 30.000 pengunjung dari dalam maupun luar negeri.

Target transaksi tersebut ditopang oleh rencana penandatanganan 168 nota kesepahaman (MoU) antara eksportir Indonesia dan pembeli dari 22 negara. Penandatanganan yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu sore tersebut mencatatkan nilai total US$13,2 miliar.

Kesepakatan bernilai jumbo itu merupakan hasil pemetaan yang dilakukan oleh perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, termasuk Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag), untuk mempertemukan eksportir nasional dengan calon pembeli potensial.

“Pada pelaksanaan TEI kali ini, kami menargetkan transaksi sebesar US$17,5 miliar dari 1.873 eksibitor dan 30.000 pengunjung,” ujar Budi saat pembukaan TEI 2026.

Hingga pembukaan acara, jumlah pembeli yang terdaftar telah mencapai 16.885 orang. Angka tersebut mencakup 8.092 pembeli luar negeri yang berasal dari 134 negara.

Sektor yang dipamerkan dalam TEI 2026 mencakup makanan dan minuman, pertanian, manufaktur, fesyen dan kerajinan, hingga furnitur dan dekorasi rumah. Selain komoditas perdagangan, ajang ini menampilkan kawasan industri untuk menarik minat investor asing.

Penyelenggaraan TEI 2026 bertepatan dengan kinerja positif ekspor nasional. Sepanjang Januari–Agustus 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai US$193,64 miliar, tumbuh 4,74 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun sebelumnya yang sebesar US$184,89 miliar.

Dalam rentang waktu tersebut, Indonesia membukukan surplus neraca perdagangan US$7,25 miliar.

Guna menjaga momentum pertumbuhan tersebut, Kementerian Perdagangan mengusung tiga fokus program utama, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan pasar ekspor, serta program dari lokal untuk global.

Pengamanan pasar domestik diarahkan guna memperkuat daya saing produk lokal agar mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Sementara itu, perluasan pasar ekspor ditempuh melalui pembukaan akses ke negara-negara tujuan baru, termasuk diplomasi perjanjian perdagangan internasional.

Saat ini, pemerintah telah mengimplementasikan 25 perjanjian dagang, sedangkan 13 perjanjian lainnya masih dalam proses perundingan.

Program dari lokal untuk global difokuskan pada peningkatan kemampuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional. Fasilitasi pertemuan bisnis (business matching) didukung oleh 46 kantor ITPC dan perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara.

Pemerintah juga mendorong pengembangan produk-produk unggulan dari desa agar dapat dipasarkan ke mancanegara.

TEI merupakan pameran dagang tahunan yang pertama kali diselenggarakan pada 1985 pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Memasuki edisi ke-41, pameran ini konsisten menjadi wadah penunjang bagi pelaku usaha Indonesia untuk memperluas penetrasi pasar internasional dan meningkatkan transaksi ekspor.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More