Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Pemerintah Klaim Stok Beras Aman di Tengah Ancaman Krisis Pangan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengecek stok beras di gudang BULOG di Makassar, Minggu (5/4/2026). (Dok. Kementan)
  • Stok beras nasional mencapai 4,6 juta ton, cukup untuk kebutuhan 10–11 bulan.

  • Peningkatan produksi beras 13,29 persen mendorong optimisme pemerintah terhadap swasembada pangan.

  • Kementerian Pertanian menyiapkan mitigasi menghadapi El Nino 2026 melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan, optimalisasi irigasi, serta penyediaan ribuan alat dan mesin pertanian.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNEMenteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, memastikan ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi aman meski dunia tengah dibayangi ancaman krisis pangan.

Dalam rapat bersama Komisi IV DPR di Jakarta, Selasa (7/4), Amran menyatakan cadangan beras nasional saat ini mencapai 4,6 juta ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri selama 10 hingga 11 bulan ke depan.

“Ini tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Amran.

Lonjakan stok ini ditopang oleh peningkatan produksi beras nasional sebesar 4,07 juta ton atau tumbuh 13,29 persen. Dengan capaian tersebut, pemerintah mengklaim Indonesia mampu mencapai swasembada beras dalam waktu relatif singkat.

Amran menegaskan, ketahanan pangan bukan sekadar isu pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi telah menjadi faktor strategis yang menentukan keberlangsungan suatu negara. Karena itu, pemerintah menempatkan sektor pangan sebagai prioritas utama dalam menjaga kedaulatan nasional, terutama di tengah ketidakpastian global.

Di tingkat internasional, ancaman krisis pangan semakin nyata. Data Food and Agriculture Organization (FAO) menunjukkan sekitar 724 juta orang di dunia mengalami kelaparan akibat kombinasi faktor seperti konflik dan perubahan iklim ekstrem.

Situasi ini diperburuk oleh ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memperluas krisis kemanusiaan dan mengancam sekitar 40 juta orang dengan risiko kelaparan serius.

“Pangan kini semakin dipandang sebagai aset strategis yang berperan penting dalam stabilitas ekonomi dan geopolitik dunia,” kata Amran.

Mengantisipasi potensi kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada 2026, Kementerian Pertanian telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi. Pemerintah daerah diminta memetakan wilayah rawan kekeringan dan memperkuat sistem peringatan dini.

Selain itu, optimalisasi pengelolaan sumber daya air terus dilakukan melalui rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, serta penyediaan sumur dangkal dan dalam. Pemanfaatan pompa air juga ditingkatkan untuk menjaga pasokan air bagi lahan pertanian.

Dari sisi produksi, pemerintah mendorong percepatan masa tanam dengan penggunaan varietas tahan kekeringan serta pengaturan pola tanam yang lebih adaptif. Koordinasi lintas kementerian dan pemangku kepentingan pun diperkuat guna memastikan langkah-langkah tersebut berjalan efektif.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Pertanian telah menyiagakan sekitar 171.000 unit alat dan mesin pertanian sepanjang 2024–2025, termasuk pompa air dan traktor. Untuk 2026, pemerintah menargetkan tambahan 37.000 unit alsintan, serta pembangunan dan rehabilitasi puluhan ribu infrastruktur irigasi.

 

Editorial Team