Jakarta, FORTUNE - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp28,8 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa, 29 September 2026. Jumlah tersebut berasal dari total penawaran investor yang mencapai Rp42,87 triliun.
"Sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara, Menteri Keuangan menetapkan total nominal yang dimenangkan dari kesembilan seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp28,80 triliun," demikian Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan dalam keterangannya, dikutip Rabu (30/9).
Dari data DJPPR, terdapat penurunan total penawaran dari lelang sebelumnya yakni Rp60,96 triliun dan nilai yang dimenangkan pemerintah yakni Rp34 triliun pada lelang 15 September 2026.
Dalam lelang tanggal 29 September 2026, pemerintah menawarkan sembilan seri SUN yang terdiri atas tiga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan enam Obligasi Negara seri Fixed Rate (FR). Lelang dilakukan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam APBN 2026. Sebelumnya, pemerintah menetapkan target indikatif lelang sebesar Rp30 triliun dengan target maksimal 150 persen dari target.
Secara terperinci, seri FR0110 menjadi surat utang dengan penawaran terbesar. Investor mengajukan penawaran sebesar Rp12,94 triliun untuk seri yang jatuh tempo pada 15 Mei 2032 tersebut. Pemerintah kemudian memenangkan Rp9,55 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 7,08979 persen.
Penawaran terbesar berikutnya berasal dari SPN12270930 sebesar Rp6,17 triliun. Dari seri yang jatuh tempo pada 30 September 2027 itu, pemerintah menyerap Rp4,4 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 6,65 persen.
SPN03261230 mencatat penawaran Rp5,31 triliun dan dimenangkan sebesar Rp4,05 triliun dengan yield 6,45 persen. Sementara FR0111 memperoleh penawaran Rp5,42 triliun dan pemerintah menyerap Rp4,6 triliun dengan yield 7,24958 persen.
FR0112 memperoleh penawaran Rp3,84 triliun dan pemerintah menyerap Rp1,55 triliun. Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan berada di level 7,26967 persen, dengan jatuh tempo pada 15 Mei 2042.
Sementara itu, pemerintah menyerap Rp2,05 triliun dari SPN01261031 dengan penawaran Rp2,98 triliun dan yield 6,45 persen. Seri tersebut jatuh tempo pada 31 Oktober 2026.
Selanjutnya, pemerintah memenangkan Rp950 miliar dari FR0107, Rp1,1 triliun dari FR0102, serta Rp550 miliar dari FR0105. Ketiganya masing-masing mencatat yield rata-rata tertimbang 7,288 persen, 7,29949 persen, dan 7,29574 persen.
Seluruh hasil lelang sembilan seri SUN tersebut dijadwalkan masuk dalam penerbitan dan setelmen pada 1 Oktober 2026.
