Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2025-10-17 at 07.02.48 (1).jpeg
ASDP Buka Pemesanan Tiket Nataru 2025/2026 melalui Aplikasi Ferizy. (Dok/Istimewa).

Intinya sih...

  • Proyeksi kenaikan pergerakan itu harus disikapi dengan serius.

  • Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif demi menjaga kelancaran arus penyeberangan.

  • Pemerintah siapkan pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan kenaikan pergerakan masyarakat sebesar 4 persen pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.

Peningkatan mobilitas membuat Kemenhub menyiapkan berbagai langkah antisipatif demi menjaga kelancaran arus penyeberangan pada lintas Ketapang–Gilimanuk, salah satu jalur tersibuk di Indonesia.

Dalam rapat koordinasi persiapan angkutan Nataru di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Senin (24/11), Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menekankan penyelenggaraan angkutan Nataru tidak boleh dianggap sebagai rutinitas tahunan.

“Operasi Nataru harus ditangani secara luar biasa,” kata dia dalam keterangan resmi, Senin (24/11).

Aan menilai Ketapang–Gilimanuk merupakan klaster penting karena menautkan pergerakan moda laut dan darat. Gangguan di satu sisi akan berdampak pada sisi lainnya.

“Keselamatannya saling terkait,” ujarnya.

Di antara strategi utama yang disiapkan pemerintah adalah pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas. Kebijakan ini tengah difinalisasi melalui Surat Keputusan Bersama (SKB).

Untuk mengurai potensi kepadatan, Kemenhub menyiapkan delaying system dan buffer zone di berbagai titik sebelum kendaraan memasuki pelabuhan.

Titik pertama terletak di arah Pelabuhan Ketapang: Terminal Sri Tanjung dan Grand Watu Dodol. Titik kedua terdapat di arah Gilimanuk: Terminal Kargo Gilimanuk, UPPKB Cekik, rest area Rambut Siwi, hingga rest area Pengeragoan

Aan menyatakan terbatasnya kapasitas pelabuhan membuat rekayasa lalu lintas di kawasan sekitar pelabuhan menjadi hal mendesak.

“Jika tidak dipersiapkan, kemacetan bisa terjadi,” ujarnya.

Untuk memperlancar layanan, kendaraan akan diprioritaskan sesuai kategori: sepeda motor, kendaraan roda empat, dan bus. Sementara itu, truk logistik yang melintasi Ketapang akan diarahkan ke Dermaga Bulusan.

Guna mengurangi beban lalu lintas di Bali, Kemenhub juga akan mengalihkan rute angkutan barang menuju Lombok melalui Pelabuhan Jangkar (Situbondo) dan Pelabuhan Lembar.

“[Lalu lintas] di Bali sudah berat, sehingga perlu pengalihan,” ujar Aan.

Dalam hal keselamatan, BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem akibat bibit siklon tropis di sisi selatan Jawa–Bali, yang dapat memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi.

“Prediksi BMKG menjadi acuan untuk keselamatan penyeberangan. SOP keselamatan tetap harus dipertahankan,” kata Aan.

 

Editorial Team