Jakarta, FORTUNE — Kenaikan harga plastik di dalam negeri terjadi dalam beberapa pekan terakhir dan berdampak langsung ke pelaku industri hingga usaha mikro.
Pemerintah mengonfirmasi lonjakan ini dipicu gangguan pasokan bahan baku global yang berkaitan dengan konflik geopolitik di Timur Tengah.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa bahan baku utama plastik, yakni nafta, masih bergantung pada impor dari kawasan tersebut.
“Beberapa hari ini kan memang banyak atau keluhan masyarakat harga plastik naik. Jadi ini bagian dari dampak dari perang. Kita itu, bahan baku plastik itu salah satunya adalah nafta. Nafta itu kita impor dari Timur Tengah,” ujar Budi di kantor KSP, Jakarta, Rabu (1/4).
Pernyataan ini menegaskan keterkaitan langsung antara konflik global dan tekanan biaya produksi plastik di Indonesia.
