Melalui kombinasi kebijakan fiskal dan asumsi makro tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027. Angka itu diposisikan sebagai tahapan menuju target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.
“Saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029,” tutur Prabowo.
Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah menargetkan penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran. Tingkat kemiskinan pada 2027 dipatok turun ke kisaran 6 hingga 6,5 persen, lebih rendah dibanding target 2026 sebesar 6,5 hingga 7,5 persen.
Sementara itu, tingkat pengangguran ditargetkan turun menjadi 4,3 hingga 4,87 persen. Pemerintah memasang target rasio gini sebesar 0,362 hingga 0,367, indeks modal manusia 0,575, indeks kesejahteraan petani 0,8038, serta proporsi penciptaan lapangan kerja formal sebesar 40,81 persen.
Puan Maharani mengatakan asumsi makro dan arah fiskal dalam KEM-PPKF akan menjadi sinyal penting bagi pelaku usaha dan investor dalam membaca arah ekonomi nasional tahun depan.
“Asumsi makro dan arah fiskal dalam KEM PPKF juga akan memberi sinyal kepada investor, dunia usaha, pemerintah daerah, serta pelaku pasar, tentang ruang gerak perekonomian nasional pada tahun 2027,” ujar Puan.
Rancangan awal KEM-PPKF 2027 tersebut akan menjadi dasar pembahasan lanjutan RAPBN 2027 bersama DPR RI dalam beberapa bulan mendatang.
Apa itu KEM-PPKF 2027? | Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 merupakan dokumen awal yang menjadi dasar penyusunan RAPBN 2027. |
Berapa target defisit APBN 2027? | Pemerintah menargetkan defisit APBN 2027 sebesar 1,8 hingga 2,4 persen dari PDB. |
Berapa target kurs rupiah dalam APBN 2027? | Pemerintah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah di kisaran Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS. |
Berapa target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027? | Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8 hingga 6,5 persen. |