Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Prabowo Targetkan Ekonomi Tahun Depan Tumbuh 6,5 Persen dan Rupiah Rp17.500/US$
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Wapres Gibran Rakabuming Raka (kanan) menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
  • Presiden Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8–6,5% pada 2027 sebagai langkah menuju pertumbuhan 8% di 2029, dengan rupiah diproyeksikan Rp16.800–Rp17.500 per dolar AS.
  • Pemerintah menjaga inflasi di kisaran 1,5–3,5%, suku bunga SBN tenor 10 tahun sekitar 6,5–7,3%, serta memperkirakan harga minyak mentah Indonesia US$70–US$95 per barel.
  • Target kesejahteraan masyarakat mencakup penurunan kemiskinan ke 6–6,5%, pengangguran terbuka ke 4,30–4,87%, dan peningkatan indeks modal manusia menjadi 0,575 untuk mempersempit kesenjangan sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di tengah tantangan global, pemaparan Presiden Prabowo menunjukkan arah kebijakan ekonomi yang terukur dan berimbang antara ambisi pertumbuhan dan pemerataan. Target peningkatan PDB hingga 6,5 persen disertai upaya menekan kemiskinan, pengangguran, serta ketimpangan mencerminkan tekad pemerintah menjaga stabilitas makro sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat secara inklusif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Di tengah kepungan berbagai masalah, Presiden Prabowo Subianto mematok target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5,8-6,5 persen pada 2027. Ancangan ini dibeberkan langsung olehnya dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Jakarta, Rabu (20/5), saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027.

Target ini bukan sekadar deretan angka di atas kertas, melainkan anak tangga penting menggapai ambisi pertumbuhan 8 persen pada 2029.

“Pemerintah mengusulkan kisaran indikator ekonomi makro yang digunakan sebagai asumsi dasar penyusunan RAPBN 2027,” kata Prabowo dalam pidatonya yang juga disiarkan melalui kanal YouTube DPR-RI, Rabu (20/5).

Dalam draf usulan pemerintah, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak pada rentang Rp16.800-17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sementara itu, jangkar inflasi diupayakan bergerak pada kisaran aman 1,5-3,5 persen demi menjaga daya beli masyarakat. Di pasar keuangan, tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diproyeksikan bakal berada pada level 6,5 persen hingga 7,3 persen.

Bergeser ke sektor energi yang kerap memicu volatilitas, pemerintah menetapkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada angka US$70 hingga US$95 per barel. Untuk menopang penerimaan negara, target lifting minyak bumi dipatok 602.000-615.000 barel per hari.

Sedangkan untuk lifting gas, pemerintah mengincar volume 934.000-977.000 barel setara minyak per hari.

“Kita sekarang menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang penuh dengan konflik dan ketidakpastian. Karena itu, saya berpendapat presiden harus hadir langsung menyampaikan pokok-pokok pikiran perekonomian dan pengelolaan negara,” ujarnya.

Namun, pertumbuhan tinggi akan kehilangan maknanya jika mengabaikan keadilan sosial. Oleh karena itu, postur KEM-PPKF 2027 turut meretas target progresif pada sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat. Angka kemiskinan ditekan ke kisaran 6-6,5 persen. Ini artinya sebuah lompatan optimistis ketimbang target sebelumnya pada rentang 6,5-7,5 persen.

Selaras dengan itu, tingkat pengangguran terbuka dibidik melandai ke level 4,30-4,87 persen. Indeks ketimpangan atau rasio gini juga diproyeksikan membaik ke rentang 0,362-0,367, bergeser positif dari target terdahulu pada 0,377-0,380.

Isu jurang pemisah antara kelompok mapan dan akar rumput menjadi perhatian khusus. Prabowo menggarisbawahi komitmennya melakukan intervensi melalui berbagai program prioritas pembangunan sumber daya manusia.

“Jarak antara yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar. Bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit,” ujarnya.

Ikhtiar mempersempit kesenjangan ini ditumpu pada pendongkrakan Indeks Modal Manusia, yang ditargetkan naik kelas menjadi 0,575 dari posisi sebelumnya 0,570.

Apakah target pertumbuhan ekonomi 6,5% realistis tercapai?

Editorial Team