Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Sherly Tjoanda
Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara (instagram.com/s_tjo)

Intinya sih...

  • Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara, memiliki kekayaan hampir Rp1 triliun dari bisnis perhotelan, pertambangan, logistik, dan perikanan.

  • Latar belakang akademik Sherly di bidang bisnis dan manajemen menjadi fondasi penting sebelum memasuki dunia politik dan pemerintahan.

  • Sherly Tjoanda terpilih sebagai gubernur perempuan pertama di Maluku Utara.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Nama Sherly Tjoanda tercatat sebagai salah satu kepala daerah dengan kekayaan terbesar di Indonesia.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) awal menjabat yang disampaikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan Gubernur Maluku Utara periode 2025—2030 itu hampir menyentuh Rp1 triliun.

Besarnya nilai aset tersebut mencerminkan latar belakang Sherly Tjoanda sebagai pengusaha sebelum menjabat sebagai pejabat publik. Portofolio usahanya tersebar di berbagai sektor, mulai dari perhotelan, pertambangan, hingga logistik dan perikanan.

Di sisi lain, posisi Sherly sebagai Gubernur Maluku Utara juga tidak terlepas dari perjalanan politik mendiang suaminya, Benny Laos, yang sebelumnya menjadi figur sentral dalam kontestasi Pilkada Maluku Utara.

Profil dan biodata Sherly Tjoanda

Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara (instagram.com/s_tjo)

Sherly Tjoanda lahir di Ambon, Maluku, pada 8 Agustus 1982. Ia merupakan putri dari pasangan Paulus Tjoanda dan Maria Margaretha Liem.

Pendidikan dasarnya ditempuh di beberapa kota di Indonesia termasuk Ambon, Surabaya, dan Denpasar sebelum melanjutkan studi ke Universitas Kristen Petra Surabaya mengambil jurusan International Business Management. Sherly kemudian menyelesaikan program double degree di Inholland University of Applied Sciences, Belanda, dan lulus pada 2004.

Latar belakang akademik di bidang bisnis dan manajemen tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan profesional Sherly sebelum memasuki dunia politik dan pemerintahan.

Profil Benny Laos, suami Sherly Tjoanda

Sherly menikah dengan Benny Laos pada 28 Mei 2005. Benny Laos dikenal sebagai pengusaha sekaligus politisi asal Maluku Utara yang pernah menjabat sebagai Bupati Pulau Morotai periode 2017—2022. Ia juga sempat maju sebagai calon gubernur Maluku Utara pada Pilkada 2024 sebelum wafat akibat kecelakaan kapal pada 12 Oktober 2024.

Benny Laos juga tercatat sebagai Direktur Utama PT Bela Cipta Sarana serta pemilik Hotel Grand Dafam Bela Ternate, dan terlibat dalam berbagai lini usaha di sektor konstruksi, perhotelan, dan perkapalan.

Kepergian Benny menjadi titik balik perjalanan politik Sherly, yang kemudian melanjutkan pencalonan gubernur dengan dukungan koalisi partai.

Siapa anak Sherly Tjoanda?

Dari pernikahan dengan Benny Laos, Sherly Tjoanda dikaruniai tiga orang anak, yaitu:

  1. Bennet Edbert Laos

  2. Beneisha Edelyn Laos

  3. Benedictus Edrick Laos

Ketiganya kerap disebut dalam profil keluarga Sherly Tjoanda, meskipun tidak terekspos dalam aktivitas politik maupun bisnis.

Aktif di program-program sosial

Di luar dunia usaha dan politik, Sherly Tjoanda aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Ia tercatat pernah memimpin Yayasan Bela Peduli, organisasi sosial yang didirikannya bersama suaminya.

Yayasan tersebut aktif di bidang bantuan sosial, rumah ibadah, serta dukungan bagi korban bencana. Selain itu, yayasan ini pun berkontribusi memberikan dukungan finansial untuk kemajuan bidang seni dan olahraga di Malut.

Sherly juga terlibat dalam organisasi seperti Perwosi, Forikan, Bunda PAUD, dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Perjalanan Sherly Tjoanda sebagai Gubernur Maluku Utara

Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara (instagram.com/s_tjo)

Perjalanan Sherly Tjoanda sebagai Gubernur Maluku Utara cukup menarik disimak. Sebelumnya, suami Sherly, Benny Laos merupakan calon Gubernur Malut untuk periode 2025—2030.

Namun, pada Sabtu, 12 Oktober 2024, Benny mengalami kecelakaan Speedboat Bela 72 di Kabupaten Pulau Taliabu. Meski sempat dibawa ke rumah sakit, nyawanya tetap tak tertolong. Benny Laos mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 17.20 WIT. Kepergian Benny menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Malut saat itu.

Setelah diskusi panjang dalam internal partai-partai pendukung, akhirnya Sherly Tjoanda melanjutkan langkah politik Benny menjadi calon gubernur di Pilkada Malut 2024.

Sherly maju bersama Sarbin Sehe sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara 2025—2030. Saat itu, Sherly dan Sarbin mengantongi dukungan dari delapan partai koalisi, yaitu Partai Nasdem, PPKB, Partai Demokrat, PAN, PPP, Partai Gelora, PSI, dan Partai Buruh.

Kemudian, Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe meraih suara terbanyak sebesar 359.416 suara dalam Pilkada Malut 2024. Paslon nomor urut 4 ini mengungguli tiga paslon lainnya dalam gelaran Pilkada, dengan paslon nomor 1 Husain Alting Sjah-Asrul Rasyid memperoleh 168.174 suara, paslon nomor urut 2 Aliong Mus-Sahril Tahir 76.605 suara, dan paslon nomor urut 3 Muhammad Kasuba-Basri Salama 297 suara.

Berdasarkan hasil rekapitulasi resmi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malut menetapkan Sherly dan Sarbin sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih untuk periode 2025-2030. Pelantikan ini mencatat sejarah politik di Malut, dengan Sherly menjadi gubernur perempuan pertama di provinsi tersebut.

Bisnis dan portofolio usaha Sherly Tjoanda

Sebelum menjabat sebagai gubernur, Sherly Tjoanda memiliki portofolio bisnis di berbagai sektor strategis, antara lain:

  • PT Bela Group, perusahaan induk dengan kepemilikan saham Sherly sebesar 25,5 persen

  • Bela Hotel Ternate, sektor perhotelan

  • PT Karya Wijaya, pertambangan nikel

  • PT Amazing Tabara dan PT Indonesia Mas Mulia, sektor pertambangan emas

  • PT Bela Sarana Permai, tambang pasir besi dan mineral

  • Bela Shipping, jasa pelayaran

  • Bisnis pengolahan ikan tuna berbasis cold storage untuk pasar ekspor

Sherly menyatakan telah menarik diri dari pengelolaan aktif sejumlah usaha sejak menjabat sebagai pejabat publik untuk menghindari konflik kepentingan.

Harta kekayaan Sherly Tjoanda

Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara (instagram.com/s_tjo)

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) awal menjabat yang disampaikan pada April 2025, total kekayaan Sherly Tjoanda tercatat sebesar Rp972.112.709.057 atau Rp972,11 miliar setelah dikurangi utang. Nilai ini meningkat dibandingkan laporan sebelumnya yang mencatat kekayaan sekitar Rp709,7 miliar.

Rincian kekayaan Sherly antara lain:

  • Tanah dan bangunan: Rp201.702.620.263

  • Alat transportasi dan mesin: Rp7.063.315.200

  • Harta bergerak lainnya: Rp37.575.000.000

  • Surat berharga: Rp262.024.000.000

  • Kas dan setara kas: Rp236.594.035.945

  • Harta lainnya: Rp979.109.502.263

  • Utang: Rp6.996.793.206

Dengan latar belakang bisnis yang kuat dan kekayaan signifikan, Sherly Tjoanda menjadi salah satu figur kepala daerah dengan profil ekonomi paling menonjol di Indonesia. Perjalanan dari dunia usaha menuju kepemimpinan pemerintahan menempatkan Sherly sebagai aktor penting dalam dinamika politik dan ekonomi Maluku Utara.

FAQ seputar Sherly Tjoanda

Siapa Sherly Tjoanda?

Sherly Tjoanda adalah Gubernur Maluku Utara periode 2025—2030 dengan latar belakang pengusaha.

Siapa suami Sherly Tjoanda?

Suaminya adalah mendiang Benny Laos, mantan Bupati Pulau Morotai dan pengusaha.

Berapa kekayaan Sherly Tjoanda?

Total kekayaannya tercatat sekitar Rp972 triliun berdasarkan LHKPN awal menjabat.

Editorial Team