Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara (instagram.com/s_tjo)
Perjalanan Sherly Tjoanda sebagai Gubernur Maluku Utara cukup menarik disimak. Sebelumnya, suami Sherly, Benny Laos merupakan calon Gubernur Malut untuk periode 2025—2030.
Namun, pada Sabtu, 12 Oktober 2024, Benny mengalami kecelakaan Speedboat Bela 72 di Kabupaten Pulau Taliabu. Meski sempat dibawa ke rumah sakit, nyawanya tetap tak tertolong. Benny Laos mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 17.20 WIT. Kepergian Benny menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat Malut saat itu.
Setelah diskusi panjang dalam internal partai-partai pendukung, akhirnya Sherly Tjoanda melanjutkan langkah politik Benny menjadi calon gubernur di Pilkada Malut 2024.
Sherly maju bersama Sarbin Sehe sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara 2025—2030. Saat itu, Sherly dan Sarbin mengantongi dukungan dari delapan partai koalisi, yaitu Partai Nasdem, PPKB, Partai Demokrat, PAN, PPP, Partai Gelora, PSI, dan Partai Buruh.
Kemudian, Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe meraih suara terbanyak sebesar 359.416 suara dalam Pilkada Malut 2024. Paslon nomor urut 4 ini mengungguli tiga paslon lainnya dalam gelaran Pilkada, dengan paslon nomor 1 Husain Alting Sjah-Asrul Rasyid memperoleh 168.174 suara, paslon nomor urut 2 Aliong Mus-Sahril Tahir 76.605 suara, dan paslon nomor urut 3 Muhammad Kasuba-Basri Salama 297 suara.
Berdasarkan hasil rekapitulasi resmi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Malut menetapkan Sherly dan Sarbin sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih untuk periode 2025-2030. Pelantikan ini mencatat sejarah politik di Malut, dengan Sherly menjadi gubernur perempuan pertama di provinsi tersebut.