Proyeksi Stok Beras RI, Bisa 16 Juta Ton pada Akhir 2026

Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026 memperkirakan stok beras akhir tahun sekitar 16 juta ton.
Hingga 8 Oktober 2026, Bulog menyerap 4,11 juta ton beras petani atau 102 persen target.
Di Lebak, stok gudang Bulog mencapai 15.750 ton dan pasokan pasar dinilai mencukupi.
Jakarta, FORTUNE — Stok beras nasional diproyeksikan mencapai sekitar 16 juta ton pada akhir 2026 berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026. Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan yang dapat berubah mengikuti perkembangan produksi, konsumsi, dan distribusi beras sepanjang tahun.
Untuk menjaga ketersediaan pasokan, pemerintah mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras hasil panen petani melalui Perum Bulog. Pemerintah juga memantau pasokan dan harga beras di berbagai daerah.
Table of Content
Proyeksi stok beras RI 2026
Proyeksi neraca pangan memperhitungkan persediaan awal tahun, produksi, dan kebutuhan konsumsi. Pada 2026, stok awal beras diperkirakan sebesar 12,4 juta ton, dengan produksi 34,7 juta ton dan kebutuhan konsumsi sekitar 31,2 juta ton.
Perhitungan tersebut menghasilkan proyeksi stok akhir tahun. Namun, realisasinya masih bergantung pada penyerapan, distribusi, serta perkembangan produksi dan konsumsi.
Bulog memegang peran dalam menjaga ketersediaan cadangan untuk kebutuhan pemerintah serta mendukung stabilisasi pasokan dan harga. Stok beras Bulog per 7 Oktober 2026 mencapai sekitar 4,5 juta ton, mencakup Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dan persediaan komersial.
Penyerapan beras petani melampaui target
Selain mengelola persediaan, Bulog menjalankan penyerapan beras petani untuk memperkuat cadangan nasional. Hingga 8 Oktober 2026, realisasi penyerapan mencapai 4,11 juta ton atau sekitar 102 persen dari target sebesar 4 juta ton pada 2026.
Berdasarkan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, capaian tersebut melampaui realisasi penyerapan pada 2025 sebesar 3,19 juta ton. Angka pada 2026 juga melampaui rekor penyerapan 3,65 juta ton pada 2012.
Penyerapan dan stok di gudang merupakan dua indikator berbeda. Angka penyerapan mencatat beras yang dibeli dari petani, sedangkan stok menunjukkan persediaan yang tersedia pada waktu tertentu.
Stok beras di Lebak capai 15.750 ton
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pasokan beras di Pasar Induk Rangkasbitung, Lebak, masih mencukupi berdasarkan pemantauan pada 7 Oktober 2026. Deputi Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas Aulia Sofyan berharap ketersediaan beras dan stabilitas harga dapat terjaga hingga akhir tahun.
“Alhamdulillah, tadi kita sudah mengunjungi beberapa titik, salah satunya Pasar Induk Rangkasbitung. Kita melihat stok beras masih mencukupi dan kita harapkan sampai akhir tahun stok ini masih cukup. Kami juga berharap harga tetap stabil,” ujar Aulia, dikutip Senin (12/10).
Sementara itu, stok beras di gudang Bulog Kabupaten Lebak tercatat 15.750 ton per 6 Oktober 2026, termasuk 160 ton beras untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Di tingkat pedagang, harga beras medium berkisar Rp13.500–Rp14.000 per kilogram. Beras premium Rp14.500–Rp14.700 per kilogram.
Salah satu pedagang, Danny, menyebut harga beras medium turun sekitar Rp400 per kilogram dengan persediaan mencapai dua ton. Pasokan beras di pasar tersebut antara lain berasal dari Pandeglang.
Baca Juga: Harga Pangan Hari Ini, 9 Oktober 2026: Cabai Rawit Capai Rp101.350 per Kg
Harga beras berbeda antarwilayah
Bapanas mencatat tujuh pedagang mitra Bulog di Kabupaten Lebak menjual beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram.
Sementara itu, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per Senin (12/10), harga rata-rata beras di pasar tradisional secara nasional bervariasi menurut kualitas. Beras kualitas bawah I dijual Rp15.000 per kilogram dan bawah II Rp14.700 per kilogram.
Untuk beras medium, harga kualitas I mencapai Rp16.500 per kilogram dan kualitas II Rp16.400 per kilogram. Adapun beras super I tercatat Rp17.850 per kilogram dan super II Rp17.300 per kilogram.
Pemerintah terus memantau pasokan, harga, dan distribusi beras melalui koordinasi Bapanas, Bulog, Satgas Pangan, serta dinas terkait di daerah.
FAQ seputar proyeksi stok beras RI
Berapa proyeksi stok beras RI pada akhir 2026? Stok akhir beras nasional diproyeksikan mencapai sekitar 16 juta ton.
Berapa stok beras Bulog? Per 7 Oktober 2026, stok beras Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton.
Berapa realisasi penyerapan beras petani oleh Bulog pada 2026? Hingga 8 Oktober 2026, penyerapan mencapai 4,11 juta ton atau sekitar 102 persen dari target.
Berapa stok beras di gudang Bulog Kabupaten Lebak? Stok per 6 Oktober 2026 mencapai 15.750 ton, termasuk 160 ton beras SPHP.





















