Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Investasi Pariwisata Indonesia Tumbuh 16,64% Pada Semester I 2026
ilustrasi pariwisata indonesia (pexels.com/Mikhail Nilov)
  • Investasi sektor pariwisata Indonesia mencapai Rp39,68 triliun pada semester I-2026, tumbuh 16,64 persen secara tahunan.

  • Kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara sama-sama meningkat hingga Agustus 2026.

  • Pemerintah menyiapkan stimulus, keringanan pajak, pelatihan tenaga kerja, serta perluasan visa dan konektivitas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

Investasi pariwisata sepanjang tahun mencapai Rp73,56 triliun. Sektor ini mendukung 25,91 juta lapangan kerja dan berkontribusi langsung 3,97 persen terhadap PDB.

semester I-2026

Realisasi investasi sektor pariwisata mencapai Rp39,68 triliun, tumbuh 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Devisa pariwisata mencapai US$8,43 miliar.

Januari–Agustus 2026

Kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10,58 juta, meningkat 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

hingga Agustus 2026

Perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta perjalanan dan tumbuh 4,29 persen secara tahunan.

Pada 2026

Pemerintah menargetkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB mencapai 4,5 persen–4,7 persen dan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 16 juta–17,6 juta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Realisasi investasi sektor pariwisata Indonesia mencapai Rp39,68 triliun pada semester I-2026 dan tumbuh 16,64 persen secara tahunan.
  • Who?
    Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dan Pemerintah Indonesia.
  • Where?
    Sektor pariwisata Indonesia, termasuk pasar domestik dan kunjungan wisatawan mancanegara.
  • When?
    Semester I-2026, dengan data kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara hingga Agustus 2026.
  • Why?
    Stabilitas ekonomi, daya beli masyarakat, investasi, dan konektivitas mendukung pengembangan sektor pariwisata.
  • How?
    Melalui stimulus ekonomi Rp26,34 triliun, diskon transportasi, insentif perpajakan, keringanan PPh, pelatihan, akses visa, dan konektivitas udara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Investasi pariwisata Indonesia mencapai Rp39,68 triliun pada semester pertama 2026. Dradjad Hari Wibowo berkata ekonomi yang stabil membantu orang bepergian dan membangun hotel serta layanan. Banyak wisatawan asing dan orang Indonesia bepergian. Pemerintah menyiapkan diskon, keringanan pajak, pelatihan kerja, dan akses visa. Sekarang, pariwisata terus didukung.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pertumbuhan investasi, kunjungan wisatawan, dan perjalanan domestik menunjukkan sektor pariwisata tetap memiliki aktivitas ekonomi yang kuat. Dukungan berupa stimulus, keringanan pajak, pengembangan keterampilan, serta perluasan konektivitas juga mencakup pelaku usaha, pekerja, dan wisatawan, sehingga pengembangan sektor ini diarahkan pada akses dan kualitas layanan yang lebih baik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - Realisasi investasi sektor pariwisata Indonesia mencapai Rp39,68 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut tumbuh 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian ini melanjutkan momentum positif investasi pariwisata setelah sepanjang 2025 mencatatkan realisasi sebesar Rp73,56 triliun.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo mengatakan, stabilitas ekonomi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata.

“Bagi sektor pariwisata, stabilitas ekonomi sangat penting karena daya beli masyarakat yang lebih kuat mendorong perjalanan domestik, sementara investasi mendukung pembangunan infrastruktur, akomodasi, dan peningkatan layanan,” ujar Dradjad dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (16/10).

Selain investasi, kinerja pariwisata Indonesia juga tercermin dari peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Sepanjang Januari–Agustus 2026, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 10,58 juta, meningkat 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Di pasar domestik, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta perjalanan hingga Agustus 2026, tumbuh 4,29 persen secara tahunan. Sementara devisa pariwisata pada semester I-2026 mencapai US$8,43 miliar.

Pada 2025, sektor pariwisata mendukung 25,91 juta lapangan kerja dan berkontribusi langsung sebesar 3,97 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Pada 2026, pemerintah menargetkan kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB mencapai 4,5 persen –4,7 persen, dengan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 16 juta–17,6 juta.

Guna mendorong permintaan dan memperkuat konektivitas, Pemerintah juga menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun, mencakup diskon transportasi dan insentif perpajakan untuk mendorong perjalanan wisata domestik.

Dukungan lainnya mencakup pemberian keringanan PPh bagi 552.000 pekerja sektor perhotelan, pengembangan keterampilan bagi 400.000 tenaga kerja pariwisata setiap tahun, serta perluasan akses visa dan konektivitas udara. Langkah-langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterjangkauan, aksesibilitas, dan kualitas layanan pariwisata.

“Kami juga ingin menyoroti betapa mendesaknya inovasi dan efisiensi di sektor pariwisata Indonesia. Pemerintah akan mengembangkan ekosistem yang mendorong pelaku usaha pariwisata untuk menghasilkan desain produk kreatif dengan harga yang kompetitif,” imbuh Wamenko Dradjad.

Curated For You

Editorial Team

Related Article