Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
RI–Korea Selatan Teken 10 MoU, Perkuat Kemitraan Strategis
Presiden Prabowo menyaksikan secara langsung pengumuman dan pertukaran 10 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Republik Indonesia dan Republik Korea dalam kunjungan kenegaraannya di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), pada Rabu (1/4). (dok. BPMI Setpres)
  • Indonesia dan Korea Selatan menandatangani 10 MoU lintas sektor strategis.

  • Kedua negara mendorong peningkatan hubungan ke kemitraan strategis komprehensif khusus.

  • Kerja sama difokuskan pada ekonomi, teknologi, energi bersih, dan industri masa depan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan menghasilkan 10 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) lintas sektor strategis.

Penandatanganan dan pertukaran dokumen dilakukan di Istana Kepresidenan Republik Korea, Cheong Wa Dae (Blue House), pada Rabu (1/4), sebagai bagian dari upaya memperdalam hubungan bilateral kedua negara.

Pemerintah menegaskan kesepakatan tersebut mencakup sektor ekonomi, energi, digital, kesehatan, hingga industri masa depan.

Langkah ini memperlihatkan arah kerja sama jangka panjang yang difokuskan pada penguatan daya saing industri dan transformasi ekonomi berbasis teknologi.

Daftar 10 MoU RI–Korea Selatan

Sepuluh nota kesepahaman yang dipertukarkan mencerminkan cakupan kerja sama yang luas dan terstruktur. Kesepakatan tersebut meliputi:

  1. Nota Kesepahaman tentang Pembentukan Dialog Strategis Komprehensif Khusus

  2. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Ekonomi 2.0

  3. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama dalam Kemitraan Mineral Kritis

  4. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama dalam Pengembangan Digital

  5. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama di bidang AI untuk Kesehatan Dasar dan Pembangunan Manusia

  6. Nota Kesepahaman tentang Penguatan Kerja Sama di Bidang Energi Bersih

  7. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama di Bidang Penangkapan dan Penyimpanan Karbon (CCS)

  8. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama di Bidang Industri Jasa Pembangkit Lepas Pantai

  9. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Perlindungan dan Penegakan Hak Kekayaan Intelektual

  10. Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Keuangan (Danantara–Exim Bank of Korea)

Kerja sama ini menjadi instrumen konkret untuk memperkuat hubungan strategis kedua negara di tengah dinamika global.

Dorongan naik ke kemitraan strategis tingkat tertinggi

Dalam pertemuan bilateral, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan komitmen untuk meningkatkan status hubungan kedua negara.

“Dalam pertemuan terakhir kita, kita berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat tertinggi. Pada kesempatan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Korea ini, menjadi sangat bermakna bahwa kita akan meraih hasil bersejarah dengan meningkatkan hubungan bilateral kita menjadi kemitraan strategis komprehensif khusus, dan Republik Korea hanya memiliki satu hubungan seperti ini dengan negara mana pun di dunia,” ujar Presiden Lee.

Pernyataan tersebut menunjukkan posisi Indonesia sebagai mitra strategis utama Korea Selatan.

“Indonesia merupakan tujuan pertama investasi perusahaan Korea dan mitra berharga yang telah membantu terwujudnya industri pertahanan Korea. Selain itu, kendaraan listrik pertama Indonesia juga diproduksi bersama perusahaan Korea,” tambahnya.

Keterangan tersebut menjelaskan hubungan ekonomi yang telah berjalan, termasuk kolaborasi di sektor industri dan kendaraan listrik.

Sikap pemerintah Indonesia dalam penguatan kerja sama

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kunjungan kenegaraan ini memiliki arti strategis bagi arah hubungan bilateral.

“Bagi saya, kunjungan kenegaraan pertama ini sangat penting. Saya menganggap Korea sebagai sahabat dekat Indonesia dan saya ingin meningkatkan kerja sama ini,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menyinggung sinergi ekonomi yang dapat tercipta berkat kesamaan posisi kedua negara.

“Kita berdua adalah negara di Pasifik. Kita berdua adalah negara perdagangan. Kita membutuhkan hubungan yang baik untuk kesejahteraan ekonomi kedua negara kita, dan mungkin kita memiliki peran yang saling melengkapi,” tuturnya.

Prabowo juga menambahkan pentingnya kolaborasi di tengah ketidakpastian global

“Kunjungan kenegaraan saya ke sini berlangsung di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian dan bahaya. Oleh karena itu, hubungan antarnegara seperti Indonesia dan Republik Korea menjadi semakin penting,” tambahnya.

Penghargaan dan simbol penguatan hubungan

Dalam rangkaian kunjungan, Presiden Prabowo menerima penghargaan tertinggi Republik Korea, The Grand Order of Mugunghwa.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam memperkuat hubungan bilateral.

The Grand Order of Mugunghwa merupakan penghargaan nasional tertinggi Korea Selatan yang diberikan kepada kepala negara atau tokoh dunia yang dinilai berjasa besar.

Penganugerahan ini menambah dimensi simbolik dalam hubungan diplomatik kedua negara.

Arah kerja sama lintas sektor

Pemerintah menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor dalam MoU ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, memperkuat ketahanan industri, serta mempercepat transisi menuju energi bersih dan ekonomi digital.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya menghadapi tantangan global secara bersama.

Instrumen kerja sama yang telah disepakati menjadi dasar penguatan hubungan bilateral Indonesia–Korea Selatan dalam jangka panjang, termasuk peningkatan daya saing dan stabilitas kawasan.

FAQ seputar RI–Korea Selatan teken 10 MoU

Apa hasil utama kunjungan Prabowo ke Korea Selatan?

Menghasilkan 10 MoU lintas sektor strategis antara Indonesia dan Korea Selatan.

Apa fokus kerja sama dalam MoU tersebut?

Ekonomi, energi, digital, kesehatan, hingga industri masa depan.

Apa makna kemitraan strategis komprehensif khusus?

Status hubungan tingkat tertinggi yang menunjukkan kedekatan dan prioritas kerja sama bilateral.

Editorial Team