Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Rupiah Loyo, Airlangga Beberkan Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas
ilustrasi mata uang rupiah (vecteezy.com/Onyengradar .)
  • Pemerintah menyiapkan strategi menjaga stabilitas rupiah lewat kerja sama pertukaran mata uang dengan China, Jepang, Korea, dan negara lain di tengah tekanan global.
  • Airlangga menyebut pelemahan rupiah dipicu tingginya permintaan dolar AS saat musim haji dan pembayaran dividen kuartal kedua.
  • Pemerintah bersama Bank Indonesia berkoordinasi erat, termasuk melapor ke Presiden Prabowo, untuk mengantisipasi dampak pelemahan nilai tukar terhadap ekonomi nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan sejumlah strategi yang dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah dinamika global.

Langkah tersebut meliputi penguatan kerja sama pertukaran mata uang antarnegara (swap currency) serta diversifikasi instrumen pembiayaan negara.

Berdasarkan data Bloomberg di pasar spot, rupiah dibuka menguat 35 poin atau 0,20 persen ke level Rp 17.389 per dolar AS. Sebelumnya, pada Selasa (5/5), rupiah ditutup melemah ke posisi Rp 17.424 dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.394.

“Kita sudah mempersiapkan dinambang Indonesia terkait dengan swap currency dengan China kemudian dengan berbagai negara lain termasuk Jepang, Korea dan yang lain,” ujarnya usai konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2026, di Jakarta, Selasa (6/5).

Selain langkah swap currency, pemerintah juga terus menyiapkan strategi pembiayaan melalui penerbitan surat berharga dalam berbagai mata uang.

“Ke depan kita juga akan terus mempersiapkan komposisi yang terkait dengan tingkat hutang yang kita bisa, surat berharga yang kita bisa temilkan yang sifatnya seperti dari China ataupun dari Yen itu untuk menjaga tekanan terhadap US dollar,” katanya.

Airlangga mengatakan, pelemahan mata uang tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga terjadi di negara lain.

Menurutnya, pelemahan nilai tukar tersebut salah satunya dipengaruhi oleh permintaan yang tinggi terhadap dolar AS, khususnya pada saat ibadah haji dan pembayaran dividen di kuartal kedua.

“Jadi demand terhadap dollar tinggi dan kita lihat tetap monitor bagaimana dengan negara-negara lain,” katanya.

Pada hari Selasa (5/5), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk melakukan koordinasi terkait pelemahan rupiah. Kemudian, sejumlah pejabat bidang perekonomian juga telah menghadap Presiden Prabowo Subianto terkait ambruknya nilai Rupiah.

Editorial Team