Jakarta, FORTUNE - PT Kereta Api Indonesia (Persero), yang biasa disebut KAI, memerlukan pencairan penyertaan modal negara (PMN) Rp3,2 triliun sebelum akhir 2022. Pasalnya, dana tersebut dapat menjamin kesinambungan dan keberlanjutan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung (KCJB) agar dapat beroperasi pada Juni 2023.
Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, menegaskan pada Rabu (9/11) dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, jika PMN diberikan maksimal pada Desember tahun ini, dia dapat meyakinkan "tidak ada penambahan cost overrun lagi" dan "proyek akan selesai pertengahan 2023."
PT KAI merupakan pemimpin konsorsium bernama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.