Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
BAZNAS Bidik Kurban 2026 Tembus Rp2,5 Triliun
Proses pemotongan sapi kurban di RPH Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/6/2025). (Linna Susanti/IDN Times).

Jakarta, FORTUNE - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program Kurban Berkah Berdayakan Desa 2026 dengan memperluas akses layanan sekaligus memperkuat dampak ekonomi bagi masyarakat.

Melalui integrasi kanal digital dan jaringan kasir ritel, masyarakat kini dapat menunaikan ibadah kurban secara lebih praktis, cepat, dan tepercaya. Skema ini tidak hanya memudahkan pembayaran, tetapi juga memastikan manfaat kurban menjangkau penerima di berbagai daerah, termasuk peternak kecil.

Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa kurban memiliki nilai strategis yang melampaui aspek ibadah. Menurutnya, potensi kurban di Indonesia sangat besar, bukan hanya dari sisi ibadah, tetapi juga sebagai penguatan ekonomi umat dan pemerataan kesejahteraan.

Pada tahun 2025, potensi ekonomi kurban nasional diperkirakan mencapai sekitar Rp34,85 triliun. Ini merupakan kekuatan besar umat yang harus dikelola secara optimal agar manfaatnya semakin luas," ujarnya dalam keterangan pers, dikutip Rabu (6/5).

Secara realisasi, nilai kurban pada 2025 tercatat mencapai sekitar Rp21,1 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp2,3 triliun dikelola oleh BAZNAS dan lembaga amil zakat (LAZ), sementara sisanya dihimpun secara mandiri oleh masyarakat dan organisasi.

Untuk 2026, BAZNAS menetapkan target pengelolaan kurban sebesar 1 juta ekor domba atau kambing dengan nilai sekitar Rp2,5 triliun.

"Untuk tahun ini, setelah mempertimbangkan berbagai aspek seperti kapasitas, basis pengumpulan, ketersediaan hewan ternak, serta kondisi ekonomi masyarakat, ditetapkan target sebanyak 1 juta ekor domba/kambing dengan nilai sekitar Rp2,5 triliun yang akan dikelola oleh BAZNAS se-Indonesia dan LAZ," ujar Sodik.

Ia menekankan, keunggulan berkurban melalui BAZNAS terletak pada dampak berlapis yang dihasilkan. Selain disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, hewan kurban juga bersumber dari program pemberdayaan peternak mustahik melalui Balai Ternak BAZNAS.

"Para peternak tidak hanya menerima bantuan ternak, tetapi juga pendampingan menyeluruh, mulai dari budidaya hingga penguatan usaha. Sehingga ketika masyarakat berkurban melalui BAZNAS, mereka turut memberdayakan ekonomi peternak kecil," jelasnya.

BAZNAS juga memastikan distribusi kurban menjangkau seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) serta kawasan rawan pangan. Selain daging segar, BAZNAS menghadirkan inovasi kurban dalam bentuk olahan dan kemasan kaleng untuk menjangkau wilayah dengan akses terbatas.

Dalam pengelolaannya, BAZNAS menerapkan prinsip 3A: Aman Syari, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. "Dengan prinsip ini, masyarakat tidak perlu ragu. Kurban yang ditunaikan melalui BAZNAS tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga aman secara tata kelola dan memberikan manfaat yang lebih luas," ujarnya.

Di sisi lain, Pimpinan BAZNAS Bidang Mobilisasi dan Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menjelaskan bahwa kanal digital menjadi kontributor utama pembayaran kurban.

"Pada tahun lalu, kontribusi pembayaran melalui kanal website resmi BAZNAS mencapai sekitar 80 persen. Saat ini, beberapa bank juga telah terintegrasi, serta tersedia marketplace dan fintech yang turut berkontribusi sekitar 6,8 persen," ujarnya.

BAZNAS menyediakan tiga kategori kurban domba/kambing, yakni standar, medium, dan premium, serta opsi sapi dan kurban kaleng. Dengan pendekatan digital dan pemberdayaan ekonomi lokal, program ini diharapkan tidak hanya mempermudah ibadah kurban, tetapi juga memperkuat pemerataan kesejahteraan di berbagai wilayah Indonesia.

Berikut daftar Harga Doka (Domba/Kambing), Sapi, dan Kurban Kaleng, Kurban Berkah BAZNAS 2026 :

1. Doka Standar : Rp2.450.000

2. Doka Medium : Rp2.900.000

3. Doka Premium : Rp3.100.000

4. Sapi : Rp21.000.000

5. Kurban Kaleng (1 ekor = 250 kaleng) : Rp21.000.000

Editorial Team