Jakarta, FORTUNE - Seiring dengan pemulihan ekonomi selama pandemi, sektor keuangan syariah mencatat kinerja ciamik baik di pasar global maupun lokal. Seperti apa prospeknya ke depan?
Menurut lembaga pemeringkat global S&P, aset dari sektor tersebut bertumbuh 10,6 persen pada 2020. Laporan Islamic Finance Development Indicator (IFDI) milik Refinitiv bahkan meramalkan sektor tersebut akan mencapai nilai US$4,94 triliun pada 2025 dengan peningkatan aset sebesar 14 persen menjadi US$3.374 triliun.
Tak sampai di situ, General Council for Islamic Banks and Financial Institutions pun memprediksi keuangan syariah akan tumbuh sampai menyentuh US$186 miliar dari US$4,4 triliun (nilai aktivitas finansial di negara mayoritas muslim).
Mengacu pada hasil tersebut, S&P memperkirakan industri keuangan syariah global akan meningkat 10–12 persen setiap tahun, khususnya pada 2021 dan 2022.