Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Masyarakat Ramai Cicil Emas, Pembiayaan BMS Melonjak 1.236%
Warga menunjukkan emas Antam yang dibelinya di Butik Emas Logam Mulia Antam kompleks DP Mall, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (22/4/2025). ( ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Jakarta, FORTUNE - Minat masyarakat untuk memiliki emas melalui skema cicilan syariah terus bertambah di tengah upaya menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Kenaikan minat tersebut tercermin dari pertumbuhan pembiayaan emas yang melesat pada awal 2026.

PT Bank Mega Syariah mencatat outstanding pembiayaan emas lewat produk Flexi Gold telah menembus lebih dari Rp31 miliar hingga April 2026. Angka itu meningkat lebih dari 1.236 persen dibandingkan posisi awal tahun.

Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, mengatakan masyarakat mulai memanfaatkan fasilitas pembiayaan bukan hanya untuk kebutuhan konsumsi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengelolaan keuangan jangka panjang.

“Minat masyarakat terhadap kepemilikan emas melalui skema cicilan terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir,” kata Benadicto dalam keterangannya, Selasa (19/5).

Ia menjelaskan, emas masih dianggap sebagai instrumen yang relatif aman untuk mempertahankan nilai aset. Karena itu, cicilan emas dinilai memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengoleksi logam mulia secara bertahap tanpa harus menyediakan dana besar sekaligus.

Lonjakan pembiayaan emas ikut menopang kinerja pembiayaan konsumer perseroan. Sampai April 2026, total pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah tercatat melampaui Rp586 miliar atau naik sekitar 23 persen secara tahunan.

Peningkatan tersebut juga mendongkrak pendapatan segmen konsumer menjadi Rp5,4 miliar pada April 2026, tumbuh 12,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan wilayah, Jakarta dan sekitarnya masih menjadi kontributor terbesar pembiayaan konsumer dengan nilai mencapai Rp202,7 miliar. Posisi berikutnya ditempati Area 4 sebesar Rp122,9 miliar dan Area 3 senilai Rp98 miliar.

Secara keseluruhan, total pembiayaan Bank Mega Syariah hingga kuartal I 2026 mencapai lebih dari Rp9,26 triliun atau tumbuh sekitar 7,2 persen dibanding akhir 2025. Sementara laba sebelum pajak perseroan meningkat sekitar 51 persen menjadi lebih dari Rp79,97 miliar.

Editorial Team