Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani (dok. Sekretariat Presiden)
CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani (dok. Sekretariat Presiden)

Jakarta, FORTUNE - Musyawarah Nasional (Munas) VII Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) secara resmi menetapkan Menteri Koperasi Ferry Juliantono sebagai Ketua Harian MES. Sementara posisi Ketua Umum kembali diemban Rosan Roeslani, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Munas VII MES digelar di Ballroom Menara BRIlian, Jakarta, pada Minggu, 11 November 2026 dan dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI ke-13 sekaligus Dewan Pembina MES, K.H. Ma’ruf Amin. Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga yang juga Ketua Dewan Pengawas Danantara Erick Thohir, Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara Mualiman Darmansyah Hadad, serta Ketua Pelaksana Munas VII MES La Nyalla Matalitti. Kepengurusan yang dipimpin oleh Ferry Juliantono dan Rosan Roeslani diharapkan mampu memperkuat peran MES dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis syariah.

Ferry Juliantono menegaskan, formasi kepengurusan yang baru diharapkan dapat membawa MES melangkah lebih maju. Ia juga menyatakan pemerintah akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, khususnya koperasi, untuk meningkatkan kontribusi koperasi syariah dalam menopang perekonomian nasional.

"Munas VII Masyarakat Ekonomi Syariah ini kami nilai sebagai momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan dan program yang berkelanjutan serta inklusif," kata Ferry, dalam keterangan resmi.

Ia menambahkan, sejumlah koperasi berbasis syariah telah menunjukkan keberhasilan dalam membangun ekosistem usaha yang solid dan bisa menjadi rujukan pengembangan ekonomi masyarakat. Salah satunya adalah Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Ciwidey, Bandung, yang dinilai berhasil mengembangkan jaringan bisnis di sektor pertanian.

"Saat ini juga banyak dari Koperasi Pondok Pesantren yang kita minta untuk menjadi kakak asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memastikan program prioritas pemerintah dapat berjalan dengan baik," kata dia.

MES sendiri merupakan organisasi nirlaba yang berdiri sejak 1 Muharram 1422 H atau bertepatan dengan 26 Maret 2001. Organisasi ini dibentuk untuk mengembangkan ekonomi syariah sebagai sistem yang berkeadilan dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. MES bersifat independen, tidak berafiliasi dengan pemerintah maupun partai politik, serta berfungsi sebagai wadah inklusif yang menghimpun berbagai pemangku kepentingan dalam penguatan ekonomi syariah nasional.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum, Rosan Roeslani menekankan pentingnya implementasi program yang lebih membumi agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat. “Bagaimana kita membumikan program kita sehingga lebih dirasakan manfaatnya,” ujar Rosan. Ia juga menyinggung rencana pembangunan Kampung Haji yang tengah digodok bersama pemerintah. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah konkret untuk meningkatkan mutu layanan ibadah haji bagi jemaah Indonesia.

"Ini langkah konkret dan positif yang bisa sangat bersinergi dengan MES. Insya Allah tahun ini di kuartal IV akan kita mulai pembangunannya,” kata Rosan.

Rosan berharap kepengurusan baru MES dapat membawa keberkahan dan kemajuan bagi organisasi. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi agar berbagai agenda strategis pemerintah dan MES dapat berjalan efektif. "Tentunya bagaimana tugas dan tanggung jawab ini bisa dijalankan dengan baik yaitu dengan bersama-sama. Tidak mungkin bisa dikerjakan kalau kita kerja sendiri-sendiri. Mohon bantuannya, mohon masukannya,” ungkap Rosan.

Sementara itu, K.H. Ma’ruf Amin menyampaikan refleksi atas perjalanan ekonomi syariah di Indonesia selama lebih dari dua dekade. Ia mengingatkan bahwa sejak awal, MES memiliki dua misi utama, yakni memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat. "Selama kurang lebih 25 tahun gerakan ini sudah menghasilkan berbagai regulasi, institusi, dan capaian. Bahkan posisi ekonomi syariah dunia kita sudah nomor 3, dari sebelumnya di posisi 18,” kata Ma’ruf.

Ke depan, MES ditargetkan untuk meningkatkan pangsa pasar ekonomi syariah hingga melampaui 50 persen. Menurut Ma’ruf, saat ini baru satu dari dua target tersebut yang tercapai, yakni memasyarakatkan ekonomi syariah, sementara upaya mensyariahkan ekonomi masyarakat masih perlu digenjot.

"Capaian kita di sektor keuangan baru 30 persen (mensyariahkan ekonomi). Oleh karena itu, sasaran kita ke depan adalah mensyariahkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ma’ruf Amin juga menyampaikan optimisme bahwa ekonomi syariah akan menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus ladang amal bagi seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap MES mampu menjadi salah satu pilar penguatan ekonomi nasional. "Selamat berjuang, mudah-mudahan periode 25 tahun ke depan target mensyariahkan ekonomi masyarakat bisa berjalan dengan baik,” ujarnya,

Editorial Team