Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Muslim Pro: 65 Persen Warga Indonesia Alami Kendala Tabungan Haji dan Umrah
ilustrasi kerumunan jamaah di Mekah selama ibadah haji (pexels.com/Muhammad Khawar Nazir)
  • Survei Muslim Pro menunjukkan 65% warga Indonesia belum pernah menyisihkan dana khusus untuk haji dan umrah, dengan mayoritas responden berpenghasilan rendah hingga menengah.
  • Sekitar 83% responden menganggap ketidakstabilan pendapatan sebagai hambatan utama dalam menabung, meski niat untuk berhaji sebenarnya sudah ada.
  • Muslim Pro bersama Maybank Syariah Indonesia meluncurkan Amanah Pro, platform digital yang membantu pengguna menabung secara bertahap dan terstruktur untuk persiapan haji dan umrah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Peluncuran Amanah Pro oleh Muslim Pro dan Maybank Syariah Indonesia menunjukkan langkah konkret dalam membantu masyarakat mengatasi kendala finansial untuk beribadah haji dan umrah. Dengan pendekatan digital yang terstruktur, layanan ini tidak hanya menumbuhkan kebiasaan menabung secara bertahap, tetapi juga memperkuat semangat religius yang sudah tertanam kuat di tengah masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE Muslim Pro menggandeng Maybank Syariah Indonesia meluncurkan Amanah Pro, sebuah layanan keuangan digital teranyarnya pada Rabu (20/5). Langkah ini ditempuh guna menjembatani kesenjangan finansial masyarakat dalam mempersiapkan ibadah haji dan umrah.

Terobosan tersebut mencuat setelah hasil survei menunjukkan bahwa 65 persen responden warga Indonesia mengaku tidak pernah menyisihkan dana khusus untuk ke Tanah Suci.

Jajak pendapat yang digelar kepada para pengguna pada April 2025 ini didominasi oleh kelompok masyarakat berpenghasilan rendah hingga menengah. Porsinya mencapai 72 persen dari total responden.

Saat mendalami hambatan utama dalam beribadah, ditemukan riak-riak persoalan ekonomi yang klasik. Sebanyak 83 persen responden menengarai faktor ketidakstabilan pendapatan sebagai ganjalan utama dalam menabung untuk haji.

Group Managing Director dan CEO Muslim Pro, Nafees Khundker, menegaskan persoalan mendasar di lapangan bukan terletak pada aspek niat. Keinginan untuk menunaikan ibadah sebenarnya sudah tertanam kuat pada sanubari masyarakat.

Namun, mayoritas pemeluk syariat belum memiliki mekanisme baku atau kebiasaan finansial yang mapan. Akibatnya, target ibadah tersebut terasa sulit dijangkau secara konsisten.

"Niat itu sudah ada, yang sering kali belum dimiliki adalah sistem yang membantu niat tersebut berubah menjadi langkah nyata yang konsisten,” kata Nafees melalui keterangan resmi di Jakarta, Rabu (20/5).

Amanah Pro dirancang khusus untuk memandu para pengguna membangun kebiasaan menabung secara bertahap dan terstruktur.

Melalui platform ini, masyarakat dapat menyelaraskan target tabungan dengan kondisi kantong masing-masing. Proses pemupukan dana dapat dilakukan secara gradual tanpa mengganggu stabilitas dapur pelanggan.

Ekspansi ini dinilai sangat tepat momentum. Laporan State of the Global Islamic Economy Report 2024/25 merekam catatan memikat. Sektor perjalanan ramah muslim (muslim-friendly travel) kini melesat sebagai lini dengan pertumbuhan tercepat dalam ekonomi Islam dunia.

Sektor ini diproyeksikan memiliki tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 12,1 persen. Tidak tanggung-tanggung, nilai pangsa pasarnya diestimasikan bakal menembus angka US$384 miliar pada 2028.

Editorial Team