Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AI Kian Diandalkan, Perusahaan Harus Kelola Risiko
Patrick Dannacher President Director ITSEC Asia (CYBR).
  • Adopsi AI mendorong perusahaan menata ulang strategi bisnis, keamanan digital, tata kelola, perlindungan data, dan kesiapan sumber daya manusia.

  • Patrick Dannacher menilai keamanan dan tata kelola perlu dipertimbangkan sejak tahap perencanaan, bukan hanya saat implementasi teknologi.

  • ITSEC akan menggelar AICX 2026 untuk membahas tata kelola digital, keamanan siber era AI, komputasi kuantum, dan talenta digital.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Jumat (9/10)

Patrick Dannacher menyampaikan bahwa penggunaan AI perlu dilakukan secara aman, bertanggung jawab, dan tetap memberikan nilai bagi bisnis dalam press conference di Jakarta.

20 Oktober 2026

ITSEC akan menggelar AI & Cybersecurity Executive Forum (AICX) 2026 di Bali Beach Convention, Sanur, Bali.

Tahun ini

AICX memperluas pembahasan dari keamanan siber menjadi tata kelola dan kedaulatan digital, keamanan siber di era AI, komputasi kuantum, penerapan AI, serta pengembangan talenta digital.

kini

AI mulai bergeser dari tahap eksperimen menjadi bagian dari kegiatan operasional dan pengambilan keputusan bisnis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Perusahaan didorong mengelola risiko AI melalui keamanan digital, tata kelola, perlindungan data, pengawasan penggunaan, dan kesiapan tenaga kerja.
  • Who?
    Patrick Dannacher, Edwin Hidayat Abdullah, perusahaan, pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan ekosistem AI.
  • Where?
    Press conference berlangsung di Jakarta. AICX 2026 akan digelar di Bali Beach Convention, Sanur, Bali.
  • When?
    Perubahan penggunaan AI berlangsung kini, sementara AICX 2026 dijadwalkan pada 20 Oktober 2026.
  • Why?
    Perusahaan perlu mengoptimalkan manfaat AI sekaligus mengelola risiko teknologi agar investasi memberikan manfaat yang terukur.
  • How?
    Dengan memperkuat tata kelola, keamanan, perlindungan data, kompetensi tenaga kerja, serta kolaborasi pemerintah dan industri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Perusahaan sekarang memakai AI untuk bekerja dan membuat keputusan. Patrick Dannacher bilang AI harus dipakai dengan aman dan bertanggung jawab. Pemerintah, perusahaan, dan orang-orang yang membantu teknologi perlu bekerja sama. Mereka juga harus menjaga data dan menyiapkan pekerja. ITSEC akan mengadakan forum AI dan keamanan siber di Bali pada 20 Oktober 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengelolaan AI yang disertai tata kelola, keamanan, perlindungan data, dan kesiapan tenaga kerja dapat membantu perusahaan menilai manfaat teknologi secara lebih terukur. Kolaborasi pemerintah dan industri juga membuka ruang untuk menyelaraskan pengembangan AI dengan kebutuhan usaha, sumber daya manusia, serta pengelolaan risiko yang menyertainya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE — Adopsi kecerdasan buatan (AI) yang kian cepat mendorong perusahaan menata ulang strategi bisnis sekaligus memperkuat keamanan digital. Di tengah peluang efisiensi dan produktivitas, perusahaan dituntut memiliki kesiapan tata kelola, perlindungan data, serta sumber daya manusia agar risiko teknologi tidak menggerus nilai bisnis dalam pemanfaatan AI.

Presiden Direktur PT ITSEC Asia Tbk, Patrick Dannacher mengatakan, AI kini mulai bergeser dari tahap eksperimen menjadi bagian dari kegiatan operasional dan pengambilan keputusan bisnis. Perubahan tersebut membuat perusahaan perlu menempatkan keamanan dan tata kelola sebagai bagian dari strategi adopsi teknologi.

“Pertanyaan bagi para pemimpin sekarang bukan lagi apakah organisasi akan menggunakan AI, tetapi bagaimana menggunakannya secara aman, bertanggung jawab, dan tetap memberikan nilai nyata bagi bisnis,” ujar Patrick dalam press conference di Jakarta, Jumat (9/10).

Menurut dia, keputusan mengenai AI, keamanan siber, pengelolaan data, dan pengembangan talenta semakin saling berkaitan. Karena itu, perusahaan perlu mempertimbangkan berbagai risiko dan kesiapan organisasi sejak tahap perencanaan, bukan hanya berfokus pada implementasi teknologi.

Bagi dunia usaha, tantangan adopsi AI tidak hanya berkaitan dengan pemilihan teknologi, tetapi juga perlindungan data, pengawasan penggunaan AI, pengukuran manfaat bisnis, dan kesiapan tenaga kerja menghadapi perubahan proses kerja. Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan investasi teknologi memberikan manfaat yang terukur.

Patrick menilai, peluang Indonesia dalam pemanfaatan AI perlu diimbangi dengan pembangunan fondasi keamanan, tata kelola, dan kompetensi tenaga kerja. Kecepatan adopsi teknologi, menurut dia, bukan satu-satunya tolok ukur kesiapan perusahaan maupun ekosistem digital nasional.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah menambahkan pengembangan ekosistem AI membutuhkan kolaborasi pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya. Sinergi tersebut diperlukan untuk mempertemukan pengembangan teknologi dengan kebutuhan industri, kesiapan sumber daya manusia, dan tata kelola.

Pemerintah, lanjut Edwin, perlu bekerja sama dengan pelaku industri agar Indonesia dapat mengoptimalkan manfaat ekonomi AI sekaligus mengelola risiko yang menyertainya.

Seiring meningkatnya kebutuhan soal tata kelola, kedaulatan digital dan keamanan siber, emiten teknologi dengan kode saham CYBR tersebut bakal menggelar AI & Cybersecurity Executive Forum (AICX) 2026 pada 20 Oktober 2026 di Bali Beach Convention, Sanur, Bali. Forum yang merupakan bagian dari Bali Tech Week 2026 ini akan mempertemukan sekitar 600 pemimpin perusahaan, pejabat pemerintah, regulator, dan pengambil keputusan senior.

Pada ajang AICX 2026, ITSEC memperluas cakupan forum tahunan yang sebelumnya berfokus pada keamanan siber. Tahun ini, pembahasannya mencakup tata kelola dan kedaulatan digital, keamanan siber di era AI, kesiapan menghadapi komputasi kuantum, penerapan AI di perusahaan, serta pengembangan talenta digital.

AICX 2026 akan melibatkan pemimpin dari sektor pemerintahan, jasa keuangan, telekomunikasi, teknologi, energi, dan manufaktur. Keterlibatan lintas sektor tersebut mencerminkan semakin luasnya kebutuhan perusahaan untuk mengintegrasikan AI dan keamanan digital ke dalam strategi transformasi bisnis.

Curated For You

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article