Green technology penting karena menjadi solusi nyata terhadap tantangan global, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan energi, hingga pencemaran lingkungan. Dengan menerapkan green tech, maka terdampak dampak yang positif, di antaranya:
Menekan emisi karbon global.
Mengurangi limbah yang mencemari tanah, air, dan udara.
Menciptakan kualitas hidup yang lebih sehat.
Menjaga keseimbangan alam untuk generasi mendatang.
Kabar baiknya, kesadaran global terhadap green technology terus meningkat. Di Indonesia, komitmen penerapan green tech tercermin dalam kebijakan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup yang saat ini tengah menyusun Second Nationally Determined Contribution (NDC) untuk periode 2031–2035. Second NDC menjadi peta jalan pengurangan emisi karbon nasional sejalan dengan mandat global Conference of the Parties (COP) ke-28.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa Second NDC mencerminkan kesungguhan Indonesia menuju masa depan yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan. Targetnya ambisius berupa pengurangan emisi gas rumah kaca global 43% pada 2030 dan 60% pada 2035, dengan fokus utama pada sektor energi, kehutanan, limbah, pertanian, hingga kelautan.
Demikian informasi mengenai apa itu green tech. Singkatnya, green tech adalah jawaban atas kebutuhan manusia akan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga peduli pada kelestarian bumi. Dengan penerapan yang konsisten, baik di tingkat individu maupun industri, green tech dapat menjadi kunci menuju masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.