Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
panel surya sebagai salah satu contoh green tech
ilustrasi green technologi (unsplash.com/Zbynek Burival)

Intinya sih...

  • Green tech adalah teknologi ramah lingkungan yang meminimalkan pemakaian sumber daya alam dan menekan dampak negatif terhadap lingkungan dan manusia.

  • Penerapan green technology membawa manfaat seperti mengurangi polusi udara dan air, menghemat energi fosil, melestarikan sumber daya alam, dan mendorong ekonomi berkelanjutan.

  • Inovasi green tech meliputi panel surya, turbin angin, kendaraan listrik, bangunan hijau, dan teknologi biomassa yang menjadi solusi nyata terhadap tantangan global seperti perubahan iklim dan keterbatasan energi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Isu lingkungan semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya polusi, perubahan iklim, hingga keterbatasan sumber daya alam. Kondisi ini mendorong lahirnya berbagai inovasi ramah lingkungan, salah satunya adalah green tech atau teknologi hijau.

Green tech hadir sebagai konsep yang memadukan perkembangan teknologi dengan kesadaran akan pelestarian alam. Tujuannya bukan hanya menciptakan solusi praktis, tetapi juga memastikan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan keberlanjutan lingkungan. 

Lantas, apa itu green technology, bagaimana penerapannya, dan mengapa penting untuk masa depan? Berikut ini penjelasan lengkapnya!

Apa itu green tech?

Menurut Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, green technology adalah teknologi yang dalam penggunaannya meminimalkan pemakaian sumber daya alam seperti energi, mineral, air, dan material serta menekan dampak negatif terhadap lingkungan dan manusia.

Konsep green technology semakin dikenal setelah Komisi Brundtland PBB pada tahun 1987 memperkenalkan gagasan pembangunan berkelanjutan. Secara sederhana, green tech adalah teknologi ramah lingkungan yang digunakan dalam berbagai aktivitas, baik di sektor industri maupun kehidupan sehari-hari, dengan tujuan menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.

Contoh sederhana green tech dapat ditemui pada panel surya, turbin angin, hingga daur ulang limbah elektronik. Semua inovasi tersebut dirancang agar efisien, minim polusi, dan mendukung keberlangsungan hidup di bumi.

Manfaat green technology

Penerapan teknologi hijau membawa banyak manfaat yang terasa langsung maupun jangka panjang, antara lain:

  • Mengurangi polusi udara dan air. Teknologi hijau membantu menekan pencemaran yang kerap dihasilkan industri konvensional.

  • Menghemat energi fosil. Energi terbarukan seperti surya dan angin mengurangi ketergantungan pada minyak bumi, batu bara, dan gas alam.

  • Melestarikan sumber daya alam. Pemanfaatan bahan daur ulang mencegah eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya baru.

  • Mendorong ekonomi berkelanjutan. Green tech menciptakan peluang kerja baru tanpa mengorbankan alam.

Penerapan green tech dalam kehidupan sehari-hari

Green tech tidak melulu soal proyek besar berskala industri. Dalam kehidupan sehari-hari, penerapannya bisa dimulai dari hal sederhana, seperti:

  • Menggunakan energi secara bijak: mematikan lampu di siang hari, mencabut charger saat tidak digunakan, atau menghemat air.

  • Pilih produk ramah lingkungan: membawa tas belanja sendiri, membeli produk berlabel energy star, atau memilih barang tahan lama.

  • Mendaur ulang: mengolah kembali plastik, kertas, dan limbah elektronik agar tidak menumpuk menjadi sampah.

  • Beralih ke digital: menggunakan e-book dan cloud storage untuk mengurangi pemakaian kertas dan perangkat keras.

Contoh inovasi green technology

Beberapa inovasi green tech yang kini banyak dikembangkan antara lain:

  • Panel surya: mengubah sinar matahari menjadi listrik bersih tanpa emisi.

  • Turbin angin: memanfaatkan energi angin sebagai sumber listrik terbarukan.

  • Kendaraan kistrik (EV): mengurangi polusi udara sekaligus menekan emisi karbon.

  • Bangunan hijau: dirancang dengan efisiensi energi, kualitas udara, dan material ramah lingkungan.

  • Teknologi biomassa: engolah limbah pertanian atau kayu menjadi sumber energi alternatif.

Inovasi-inovasi tersebut membuktikan bahwa teknologi bisa berjalan seiring dengan pelestarian alam jika dikembangkan dengan prinsip berkelanjutan.

Mengapa green tech penting?

Green technology penting karena menjadi solusi nyata terhadap tantangan global, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan energi, hingga pencemaran lingkungan. Dengan menerapkan green tech, maka terdampak dampak yang positif, di antaranya:

  • Menekan emisi karbon global.

  • Mengurangi limbah yang mencemari tanah, air, dan udara.

  • Menciptakan kualitas hidup yang lebih sehat.

  • Menjaga keseimbangan alam untuk generasi mendatang.

Kabar baiknya, kesadaran global terhadap green technology terus meningkat. Di Indonesia, komitmen penerapan green tech tercermin dalam kebijakan pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup yang saat ini tengah menyusun Second Nationally Determined Contribution (NDC) untuk periode 2031–2035. Second NDC menjadi peta jalan pengurangan emisi karbon nasional sejalan dengan mandat global Conference of the Parties (COP) ke-28.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa Second NDC mencerminkan kesungguhan Indonesia menuju masa depan yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan. Targetnya ambisius berupa pengurangan emisi gas rumah kaca global 43% pada 2030 dan 60% pada 2035, dengan fokus utama pada sektor energi, kehutanan, limbah, pertanian, hingga kelautan.

Demikian informasi mengenai apa itu green tech. Singkatnya, green tech adalah jawaban atas kebutuhan manusia akan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga peduli pada kelestarian bumi. Dengan penerapan yang konsisten, baik di tingkat individu maupun industri, green tech dapat menjadi kunci menuju masa depan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

FAQ tentang green tech 

1. Apa bedanya green technology dengan teknologi biasa?

Green tech dirancang untuk ramah lingkungan, sedangkan teknologi konvensional sering berfokus pada efisiensi tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap alam.

2. Apakah green technology mahal?

Biaya awal memang cenderung lebih tinggi, tetapi jangka panjang lebih hemat karena efisiensi energi dan pengurangan biaya operasional.

3. Apa contoh penerapan green technology di rumah?

Menggunakan lampu LED hemat energi, panel surya atap, peralatan berlabel energy star, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

4. Bisakah green technology mendukung bisnis kecil?

Tentu. UMKM bisa memanfaatkan energi terbarukan, menerapkan konsep daur ulang, atau menggunakan teknologi digital untuk mengurangi limbah.

Editorial Team