Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
20260206_150518.jpg
Momen peresmian kerjasama antara Erajaya Digital dengan Belkin, diwakili oleh Kim Jong Woon selaku Deputy CEO Erajaya Digital dengan Jenny Ng, General Manager Belkin untuk Asia/Dok. Fortune IDN/Desy Y.

Jakarta, FORTUNE - Belkin, merek aksesoris yang berbasis di California, resmi memperluas bisnisnya ke Indonesia melalui kemitraan distribusi dengan Erajaya Digital. Ini menandai langkah strategis produsen aksesori teknologi global itu untuk masuk lebih dalam ke pasar konsumen digital Asia Tenggara. Kerja sama ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar kunci Belkin di kawasan, seiring besarnya basis pengguna perangkat mobile dan pertumbuhan segmen konsumen muda.

Melalui perjanjian kemitraan distribusi yang ditandatangani akhir 2025, Erajaya Digital menjadi mitra dan distributor resmi Belkin di Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Kim Jong Woon, Deputi CEO Erajaya Digital, bersama Jenny Ng, General Manager Belkin untuk wilayah Asia. Produk Belkin mulai tersedia secara resmi sejak 1 Januari 2026 di jaringan ritel iBox serta kanal e-commerce iBox Official Store di Lazada dan Shopee.

CEO Erajaya Digital, Joy Wahjudi, menyebut kemitraan ini sebagai bagian dari strategi memperluas portofolio aksesori teknologi premium. “Kami sangat antusias menyambut Belkin sebagai bagian dari portofolio Erajaya Digital. Belkin merupakan merek global dengan reputasi kuat dalam menghadirkan aksesori teknologi berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan konsumen saat ini. Melalui kemitraan strategis ini, kami optimistis dapat menghadirkan solusi yang tidak hanya andal secara teknologi, tetapi juga selaras dengan gaya hidup digital masyarakat Indonesia,” ujar Joy, Jumat (6/2).

Dari sisi Belkin, Indonesia dipandang bukan sekadar pasar volume, melainkan pasar strategis dengan karakter konsumen yang spesifik, terutama Gen Z. Jenny Ng menilai besarnya populasi Gen Z menjadi salah satu alasan Belkin menghadirkan lini produk yang dirancang khusus untuk segmen ini.

“Alasan kami menyebutnya sebagai produk Gen Z karena Indonesia memiliki salah satu populasi Gen Z terbesar di Asia, jika bukan di dunia,” kata Jenny.

Sebagai bagian dari penawaran di Indonesia, Belkin menghadirkan enam kategori produk utama, mulai dari power bank, USB-C hub dan adapter, wall charger berbasis teknologi GaN, Qi2 25W fast wireless charging, kabel, hingga phone case. Harga produk dipatok mulai dari Rp149.000 dengan seluruh produk dilengkapi garansi resmi selama dua tahun.

Belkin juga menawarkan skema perlindungan tambahan melalui connected equipment warranty. “Jika terjadi kerusakan pada perangkat akibat penggunaan produk kami, kami mengganti hingga Rp42 juta dalam periode dua tahun,” ujarnya.

Untuk mendorong penetrasi awal pasar, Belkin menggelar program diskon hingga 15 persen pada 6–28 Februari 2026. Program ini juga diarahkan untuk menangkap momentum Ramadan dan mendorong pembelian pada periode belanja musiman.

Fokus Gen Z dan teknologi hijau

Dok. Fortune IDN/Desy Y.

Jenny menambahkan, daya tarik utama produk Belkin juga terletak pada pendekatan keberlanjutan. “Kami mencoba membuat produk yang lebih berkelanjutan, lebih sadar terhadap iklim. Kami ingin menciptakan produk yang bisa membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, dan kami merasa Gen Z memahami hal itu lebih baik dibanding kelompok lain.”

Pendekatan tersebut tercermin dari penggunaan material daur ulang, baik pada produk maupun kemasan. “Di banyak produk kami, kami menggunakan plastik daur ulang, bukan hanya pada produknya, tetapi juga pada kemasannya. Kami sudah melakukan ini cukup lama,” ujar Jenny. Menurutnya, Belkin juga mengembangkan manajemen energi cerdas agar pengisian daya lebih efisien dan hemat listrik, sehingga manfaatnya kembali ke konsumen.

Selain keberlanjutan, Belkin juga membidik kebutuhan Gen Z sebagai kreator konten. Jenny menyebut perusahaan tengah menyiapkan solusi pengisian daya yang mendukung aktivitas kreatif, seperti pencahayaan tambahan dan perangkat pendukung fotografi.

“Kami ingin membuat mereka menjadi kreator yang lebih adaptif, bagaimana melakukan content creation secara digital,” katanya, seraya menambahkan bahwa kolaborasi dengan mitra hiburan seperti Disney juga menjadi bagian dari strategi membangun produk yang lebih fun dan kreatif.

Isu keberlanjutan menjadi agenda jangka panjang Belkin. Jenny menjelaskan perusahaan mulai menggunakan plastik daur ulang sejak 2019 dan saat ini telah mencapai standar netral karbon tingkat satu dan dua. “Kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai target netral karbon tingkat tiga pada 2030,” ujarnya. Upaya tersebut mencakup seluruh rantai produksi, mulai dari bahan baku, penggunaan energi hijau di pabrik, hingga model manufaktur.

Dari sisi distribusi dan pemasaran, Belkin akan mengadopsi pendekatan omnichannel dengan fokus awal pada jaringan iBox. “Pembeli saat ini tidak hanya berbelanja online atau offline, tetapi di semua kanal,” kata Jenny. Ia menambahkan, kampanye digital, aktivitas di toko fisik, hingga kolaborasi dengan kreator akan berjalan bersamaan untuk mendorong penjualan.

Dengan kemitraan ini, Erajaya Digital dan Belkin menargetkan penguatan posisi di segmen aksesori teknologi premium, sekaligus menguji daya serap pasar Indonesia terhadap produk yang menggabungkan performa, desain, dan agenda keberlanjutan dalam satu ekosistem.

Dok. Fortune IDN/Desy Y.

Editorial Team