Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Cisco dan NVIDIA Perluas Secure AI ke Berbagai Lokasi Data
Cisco perluas fokus bisnis ke platfom infrastruktur AI.
  • Cisco dan NVIDIA memperluas kolaborasi lewat solusi Secure AI Factory untuk memudahkan perusahaan mengadopsi AI secara aman dan efisien di seluruh infrastruktur, dari data center hingga lokasi edge.
  • Kolaborasi ini menghadirkan konsep AI Grid serta perangkat jaringan berperforma tinggi agar layanan AI bisa dijalankan langsung di lokasi sumber data tanpa perlu infrastruktur besar.
  • Cisco menekankan keamanan sejak awal pengembangan sistem AI, melindungi hingga level server dan agen otomatis, guna memastikan implementasi AI berskala besar tetap aman dan terkelola.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Cisco memperluas kolaborasi dengan NVIDIA untuk mempermudah perusahaan mengadopsi AI dalam skala besar. Lewat solusi Secure AI Factory, pelanggan dapat mengimplementasikan AI di seluruh infrastruktur mereka, mulai dari pusat data center hingga lokasi-lokasi setempat di mana data dihasilkan

CEO Cisco, Chuck Robbins, mengatakan banyak perusahaan sebenarnya sudah melihat potensi AI, tetapi masih kesulitan menerapkannya secara aman dan efisien dalam skala besar.

“Bersama NVIDIA, kami menjawab tantangan tersebut melalui arsitektur yang menetapkan standar baru untuk kinerja, sehingga upaya implementasi, pengoperasian, dan pengamanan infrastruktur AI menjadi lebih sederhana,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (6/4).

Sementara itu, Jensen Huang, founder dan CEO NVIDIA mengatakan, AI factory sedang mentransformasi setiap industri, dan keamanan harus diintegrasikan ke dalam setiap lapisan, mulai dari silicon hingga software, untuk melindungi data, aplikasi dan infrastruktur.

“NVIDIA dan Cisco membangun fondasi yang aman untuk infrastruktur AI, mulai dari core hingga edge, sehingga perusahaan-perusahaan dapat terus meningkatkan kecerdasan,” kata Jansen.

Salah satu perubahan utama adalah AI tidak lagi hanya berjalan di data center, tetapi juga di lokasi dekat sumber data (edge), seperti di rumah sakit atau pabrik dan penting untuk kebutuhan real-time, misalnya analisis video atau pengambilan keputusan cepat.

Cisco kini memungkinkan perusahaan menjalankan AI langsung di lokasi tersebut dengan dukungan teknologi GPU terbaru dari NVIDIA, tanpa membutuhkan infrastruktur besar seperti data center.

Bagi penyedia layanan, Cisco juga menghadirkan konsep AI Grid, yang memungkinkan jaringan yang sudah ada digunakan untuk menyediakan layanan AI ke pelanggan secara lebih efisien.

Untuk mendukung kebutuhan AI yang semakin besar, Cisco memperkenalkan perangkat jaringan baru dengan performa tinggi, termasuk switch berkapasitas besar untuk menangani beban kerja AI.

Di sisi lain, perusahaan juga menyederhanakan proses implementasi melalui solusi terpadu, sehingga perusahaan tidak perlu lagi mengelola banyak vendor dan sistem berbeda. Dampaknya, biaya operasional bisa ditekan dan implementasi lebih cepat.

Seiring AI menjadi bagian penting dari bisnis, risiko keamanan juga meningkat. Cisco menekankan bahwa keamanan harus dibangun sejak awal.

Beberapa langkah yang dilakukan antara lain: melindungi sistem AI hingga ke level server, mengamankan penggunaan agen AI (sistem otomatis yang bisa mengambil keputusan) dan memastikan interaksi antar sistem AI tetap aman

Cisco juga menghadirkan solusi untuk memastikan agen AI dapat bekerja secara otomatis tanpa meningkatkan risiko keamanan, sehingga bisa digunakan untuk proses bisnis yang kritikal.

Sejumlah pelaku industri menilai kolaborasi ini membantu mengatasi tantangan utama dalam pengembangan AI, yaitu kompleksitas sistem dan kebutuhan skalabilitas.

Menurut analis IDC, industri kini memasuki fase baru, di mana fokus bukan lagi pada kemampuan AI, tetapi pada bagaimana menggunakannya secara aman dan efisien dalam skala besar, terutama untuk kebutuhan real-time.

“Kemitraan antara Cisco dan NVIDIA dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan pilihan yang dibutuhkan pelanggan untuk meningkatkan skala sekaligus membantu mereka mengatasi peningkatan kompleksitas dalam integrasi,” kata Mary Johnston Turner, Global Lead, Digital and Datacenter Infrastructure and Services, IDC.

Editorial Team

EditorEkarina .