Jakarta, FORTUNE - Kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur data semakin kompleks seiring dengan meluasnya penggunaan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dalam proses bisnis. Data dan beban kerja (workload) kini tidak hanya tersimpan di satu lingkungan, tetapi dapat tersebar di public cloud, private data center, hingga sovereign infrastructure.
Kondisi tersebut mendorong PT Mitra Integrasi Informatika (MII), entitas anak PT Metrodata Electronics Tbk (Metrodata), berkolaborasi dengan Cloudera untuk menawarkan Cloudera Anywhere Cloud kepada perusahaan di Indonesia. Kolaborasi ini memadukan platform hybrid data dan AI Cloudera dengan kemampuan MII dalam memberikan dukungan kepada pelanggan, mulai dari perencanaan dan desain, implementasi, hingga pengelolaan operasional.
Cloudera Anywhere Cloud memungkinkan perusahaan menjalankan data dan AI di lingkungan tempat data tersebut berada tanpa harus memindahkan atau menyalin seluruh data ke satu lokasi. Perusahaan juga dapat menentukan penempatan workload di public cloud, sovereign infrastructure, maupun private data center berdasarkan kebutuhan bisnis, regulasi, dan pertimbangan ekonomi. Melalui arsitektur modular dan satu control plane, perusahaan dapat mempertahankan tata kelola serta kontrol data secara konsisten di berbagai lingkungan teknologi.
Presiden Direktur PT Mitra Integrasi Informatika, Alexander Kuntoro, mengatakan pihaknya melihat perusahaan memiliki lingkungan data dan infrastruktur yang semakin beragam, baik karena kebutuhan regulasi maupun investasi teknologi yang telah dibangun sebelumnya.
"Memindahkan seluruh data ke satu environment tidak selalu menjadi pilihan yang paling sesuai ketika perusahaan ingin memperluas implementasi AI," katanya, dalam keterangan resmi, Kamis (1/10).
Menurutnya, Cloudera Anywhere Cloud memberikan fleksibilitas untuk menjalankan AI di tempat data berada. Bagi Metrodata, kapabilitas ini memperluas dukungan yang dapat kami berikan kepada pelanggan dalam menentukan pendekatan data dan AI yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan lingkungan teknologi mereka.
Dalam kolaborasi tersebut, MII menyediakan layanan sejak tahap discovery & design. Tahapan ini mencakup pemahaman KPI bisnis, analisis kesiapan data, AI envisioning, serta perancangan arsitektur. Layanan kemudian berlanjut ke tahap implementasi yang meliputi konfigurasi platform, data foundation, serta analytics & AI engineering. MII juga menyediakan day-2 operation services, termasuk pemantauan berkelanjutan, optimalisasi kinerja, dan pengelolaan operasional. Dukungan tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan di Indonesia mengadopsi Cloudera Anywhere Cloud berdasarkan kondisi infrastruktur serta kebutuhan bisnis masing-masing.
Regional Vice President Cloudera Indonesia, Sherlie Karnidta, mengatakan organisasi memanfaatkan dengan kemudahan operasional yang serba praktis dan langsung di aset data proprietary mereka, di mana pun data tersebut berada, tanpa beban migrasi yang mengganggu maupun ketergantungan pada vendor.
"Langkah ini memungkinkan perusahaan di Indonesia untuk mempercepat inisiatif agentic AI di tingkat produksi dengan time-to-value yang lebih cepat, sekaligus tetap menjaga kedaulatan digital tanpa kompromi, tata kelola zero-trust, serta kendali penuh atas data sensitif mereka," ujarnya.
Kolaborasi MII dan Cloudera dapat memperluas opsi bagi perusahaan dalam menentukan lingkungan untuk menjalankan strategi data dan AI. Pilihan tersebut dapat mencakup public cloud hingga infrastruktur yang dikelola sendiri, dengan penempatannya disesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan ketentuan regulasi masing-masing perusahaan.
