Jakarta, FORTUNE - Keberatan pemerintah Cina terhadap tarif baru Amerika Serikat menjadi penyebab tertundanya kesepakatan penjualan TikTok, demikian disampaikan Presiden Donald Trump pada Minggu (6/4). Penundaan ini mengancam kelanjutan operasional aplikasi tersebut di AS.
“Kami sebenarnya sudah hampir mencapai kesepakatan untuk TikTok—bukan sepenuhnya kesepakatan, tapi sudah sangat dekat—lalu Cina mengubah kesepakatannya karena masalah tarif,” kata Trump kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One dalam perjalanan kembali ke Washington usai akhir pekan panjang di Florida.
“Kalau saya sedikit menurunkan tarif, mereka akan menyetujui kesepakatan itu dalam 15 menit. Itu menunjukkan betapa besar kekuatan tarif,” ujarnya, mengutip Fortune, pada Selasa (8/4).
Pemerintahan Trump, termasuk Wakil Presiden JD Vance dan penasihat keamanan nasional Mike Waltz, tengah merumuskan kesepakatan penjualan TikTok kepada pihak Amerika. Langkah ini sesuai dengan undang-undang bipartisan yang disahkan pada 2024, yang mewajibkan pemilik TikTok, ByteDance Ltd., untuk melepas kepemilikan unit AS-nya. Namun, rencana tersebut memerlukan persetujuan dari pemerintah Cina.