Kemenhub mencatat dampak karhutla paling signifikan terjadi di sejumlah bandara di Kalimantan. Bandara yang terdampak antara lain Supadio di Pontianak, Tjilik Riwut di Palangka Raya, Iskandar di Pangkalan Bun, H. Asan di Sampit, Rahadi Oesman di Ketapang, dan Syamsudin Noor di Banjarmasin.
Gangguan juga terjadi di Sumatera, termasuk Bandara Sultan Thaha di Jambi dan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang. Di Papua, sejumlah bandara yang terdampak meliputi Rendani di Manokwari, Douw Aturure di Nabire, Torea di Fakfak, Utarom di Kaimana, Babo di Teluk Bintuni, dan Ewer di Asmat.
Di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, sebanyak 18 penerbangan terdampak kabut asap pada Minggu (11/10). General Manager bandara Ahmad Syaugi Shahab mengatakan jarak pandang di sekitar bandara saat itu mencapai 600 meter.
“Berdasarkan pembaruan data operasional, penerbangan yang terdampak terdiri atas 9 penerbangan keberangkatan dan 9 penerbangan kedatangan,” ujar Ahmad Syaugi, dikutip Senin (12/10).
Penerbangan yang terdampak melayani rute Palembang–Jakarta, Palembang–Kuala Lumpur, dan Palembang–Surabaya. Pihak bandara terus memantau jarak pandang serta berkoordinasi dengan maskapai dan pihak terkait.