Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Antisipasi Penurunan Kontrak Manufaktur, Merck Perkuat Lini Bioteknologi dan Pasar Regional
Paparan publik PT Merck Tbk (MERK). (Dok. MERK)
  • Merck menyiapkan penyesuaian bisnis menjelang berakhirnya kontrak manufaktur P&G pada akhir 2027, yang saat ini menyumbang 80 persen volume produksi pabrik.
  • Perseroan memperkuat obat resep, produksi Pasar Rebo, dan produk bioteknologi impor yang berkontribusi 60 persen penjualan healthcare, sambil menargetkan ekspor Asia bertahap mulai 2026.
  • Penjualan Merck tumbuh 7,7 persen dan laba bersih semester I-2026 melonjak 396 persen, didorong kenaikan nilai pasokan P&G 98 persen melalui penyesuaian harga MSA baru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE - PT Merck Tbk (MERK) menyiapkan penyesuaian arah bisnis guna mengantisipasi berakhirnya kontrak manufaktur dengan Procter & Gamble Company (P&G) pada akhir 2027. Saat ini, P&G merupakan klien terbesar perseroan dengan kontribusi mencapai 80 persen terhadap total volume produksi pabrik.

Menurut Direktur PT Merck Tbk, Arryo Aritrixso Wachjuwidajat, dalam keterangannya, Jumat (9/10), produsen farmasi ini memfokuskan pengembangan pada lini obat resep melalui penguatan produksi dan pemasaran demi menjaga pertumbuhan. Perseroan memaksimalkan kapasitas fasilitas manufaktur di Pasar Rebo, Jakarta Timur, untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik serta regional.

Selain mengandalkan produksi lokal, MERK memperkuat portofolio melalui impor produk jadi berbasis bioteknologi. Saat ini, produk bioteknologi impor menyumbang 60 persen dari total penjualan segmen healthcare perseroan, sedangkan 40 persen sisanya dipenuhi dari produksi mandiri.

Pabrik Pasar Rebo juga disiapkan untuk memperkuat ekspor obat resep. Dalam tiga tahun ke depan, fasilitas ini secara bertahap memproduksi Glucophage XR, Glucohage IR, Glucovance, dan Concor untuk pasar Asia. Jangkauan ekspor ditargetkan menembus Filipina pada 2026, disusul Hong Kong, Singapura, Brunei, Malaysia, dan Thailand pada rentang 2027 hingga 2029.

Di pasar domestik, produk MERK mempertahankan posisi teratas pada sejumlah area terapi utama. Segmen tersebut mencakup tiroid (Euthyrox dan Thyrozol), kardiovaskular (Concor), diabetes (Glucophage dan Glucovance), multiple sclerosis (Mavenclad dan Rebif), fertility (Pergoveris dan Gonal-f), growth hormone (Saizen), hingga onkologi (Erbitux).

Penjualan perseroan mengalami pertumbuhan 7,7 persen, melampaui laju pertumbuhan pasar total sebesar 6,2 persen dan pasar ethical sebesar 6,5 persen. MERK terus mengakselerasi pemasaran Bavencio dan Mavenclad, meluncurkan TEPMETKO (tepotinib) untuk kanker paru-paru, serta menjajaki penambahan produk dari akuisisi SpringWorks.

Dari sisi kinerja keuangan, MERK membukukan lonjakan laba bersih hingga 396 persen (YoY) pada semester I-2026. Pada periode sama, volume produk P&G sejatinya terkoreksi 0,7 persen akibat penghentian pasokan produk likuid. Namun, nilai pasokan melonjak 98 persen berkat penyesuaian harga dalam manufacturing supply arrangement (MSA) baru yang disepakati pada 1 September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article