Comscore Tracker
BUSINESS

Pengertian Faktor Produksi Adalah: Pengertian, Macam dan Kaitannya

Faktor produksi bekerja secara terintegrasi.

Pengertian Faktor Produksi Adalah: Pengertian, Macam dan KaitannyaProduksi biji kopi Black Ivory. (commons.wikimedia)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Dalam rangkaian proses produksi, salah satu istilah yang sering muncul adalah faktor produksi. Hal ini penting untuk dipahami karena menjadi penopang utama kelancaran proses produksi itu sendiri. Namun, apa yang dimaksud dengan faktor produksi?

Mengutip Investopedia, faktor produksi adalah semua input yang dibutuhkan untuk menciptakan barang maupun jasa. Dalam hal ini, faktor produksi mencakup semua sumber daya yang dibutuhkan untuk meningkatkan nilai tambah dari produk barang maupun jasa tersebut.

Suatu perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa harus memastikan faktor produksi tersedia dengan baik, sebelum proses produksi dimulai. Jika ada yang tidak lancar, maka proses produksi akan terancam tidak berjalan, atau bahkan bisa gagal sebelum dimulai.

Ada dua konsep yang menentukan kepemilikan faktor produksi. Dalam sistem kapitalisme, faktor produksi biasanya dikuasai oleh pemilik bisnis maupun investor, dalam hal ini pihak privat atau swasta. Sebaliknya, dalam sistem sosialisme, pemerintah (mewakili masyarakat), jadi pengendali utama atas faktor-faktor produksi tersebut.

Macam-macam faktor produksi

Pekerja Kantoran Saat Jam Makan Siang di Canary Wharf, London. Shutterstock/Viiviien

Dalam pandangan ekonomi umum, faktor produksi terdiri dari empat faktor, yakni tanah, sumber daya manusia (SDM), kewirausahaan, dan modal.

  1. Tanah
    Sebagai faktor produksi, tanah dapat didefinisikan secara luas, mulai dari lahan usaha sampai sumber daya alam, seperti minyak atau emas yang dapat diekstraksi dari tanah, untuk konsumsi manusia. Meski demikian, besar kecil ukuran tanah yang dibutuhkan akan menyesuaikan dengan jenis usaha yang dimiliki. Sebagai contoh, bisnis teknologi startup tentu tidak membutuhkan tanah seluas bisnis pertanian.
  2. SDM
    Faktor produksi yang cukup penting adalah SDM, karena manusia sendiri adalah inisiator dari sebuah usaha yang terbangun. SDM mengacu pada upaya yang dikeluarkan oleh seorang individu untuk membawa produk atau layanan ke pasar. Seperti halnya tanah, kebutuhan SDM akan menyesuaikan jenis usaha yang dimiliki, hanya saja selain besaran jumlah, SDM juga dipengaruhi oleh kemampuan dan keahlian yang dimiliki.
  3. Modal
    Faktor terpenting dalam sebuah usaha yang berkaitan langsung dengan sistem produksi adalah modal. Modal adalah penggerak utama berbagai komponen dalam sebuah usaha. Sebagai faktor produksi, modal mengacu pada pembelian barang yang dilakukan dengan uang dalam produksi. Tapi, perlu diperhatikan bahwa modal tak selalu berbentuk uang, barang–seperti kendaraan, meja, mesin, dan lainnya–yang mendukung kelancaran proses produksi juga bisa disebut sebagai modal.
  4. Kewirausahaan
    Dalam sistem ekonomi baru, keberadaan kewirausahaan cukup penting dalam menggabungkan semua faktor produksi lain menjadi barang atau jasa yang siap ditawarkan ke konsumen. Faktor ini memang lebih bersifat filosofis karena menyangkut strategi dan upaya dalam mengintegrasikan berbagai faktor produksi lain untuk kemajuan yang diharapkan.

Perlu diketahui, dalam beberapa teori lain, faktor produksi juga mencakup sumber daya alam dan informasi. Namun, keempat hal yang disampaikan sebelumnya tetap jadi faktor produksi yang mendominasi sistem produksi saat ini.

Kaitan erat antar faktor produksi

Usaha yang menjanjikan bisa dimulai dengan modal kecil

Faktor produksi tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Dalam prosesnya, faktor produksi pasti terintegrasi dan saling mempengaruhi. Misalnya, faktor tanah tidak akan ada bila modalnya tidak tersedia. Begitu juga dengan SDM, yang tidak dapat bekerja dengan baik bila tidak didukung oleh semangat kewirausahaan yang matang dan terkendali.

Tantangannya bukan hanya dalam tataran ketersediaan berbagai faktor produksi ini, namun bagaimana mengaitkan berbagai faktor yang ada, menjalankannya, untuk mengoptimalkan produksi, sehingga bisa berkontribusi pada hasil yang didapatkan oleh perusahaan.

Baca juga: Pengertian Negosiasi, Tujuan, dan Manfaatnya Bagi Bisnis

Related Topics

Related Articles