Comscore Tracker
BUSINESS

Bank DBS Fasilitasi Blibli dan Magalarva Kelola 13 Ton Sampah Makanan

Sampah makanan di Indonesia bisa mencapai 48 ton per tahun.

Bank DBS Fasilitasi Blibli dan Magalarva Kelola 13 Ton Sampah MakananBank DBS Indonesia, Blibli, dan Magalarva Olah 13 Ton Sampah Makanan Jadi Pakan Ternak. (Dok. Bank DBS)

by Bayu Pratomo Herjuno Satito

Jakarta, FORTUNE – Bank DBS Indonesia bekerja sama dengan Blibli dan Magalarva menadakan gerakan #MakanTanpaSisa, berupa pengolahan 13 ton sampah makanan agar tetap bisa digunakan demi meningkatkan nilai tambah serta keberlanjutannya sebagai bagian dari ekonomi sirkular.

Head of Group Marketing Strategic & Communications, PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika, mengatakan bahwa upaya ini diharapkan dapat mendukung strategi bisnis yang berkelanjutan. “Kami percaya setiap pihak memainkan peran yang sama pentingnya dan memiliki visi serta misi yang serupa untuk bersama-sama mengurangi sampah makanan yang berdampak buruk bagi pemanasan global,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Fortune Indonesia, Jumat (9/9).

Kegiatan ini sejalan dengan pilar keberlanjutan Bank DBS Indonesia, yakni Impact Beyond Banking. Masalah ini menurutnya perlu mendapat perhatian, terlebih data Waste4Change tahun 2021, menunjukkan bahwa sampah makanan yang dibuang masyarakat Indonesia setidaknya bisa mencapai 23-48 juta ton per tahunnya.

Gerakan #MakanTanpaSisa

Melalui gerakan #MakanTanpaSisa, kata Mona, Bank DBS Indonesia telah menyumbang lebih dari 43 ton makanan dan pengelolaan limbah organik pada 2020, sebanyak 20 ton pada tahun 2021, dan di tahun 2022 menargetkan sumbangan food impact sebesar 26 ton.

“Gerakan ini terus dilakukan dan dikembangkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak limbah makanan dan mengurangi limbah makanan yang dihasilkan, juga untuk memberikan dampak baik kepada lingkungan dalam jangka panjang melalui pengelolaan bisnis yang bertanggung jawab,” ucap Mona.

Bentuk kolaborasi

Ilustrasi limbah organik.

Gerakan #MakanTanpaSisa tahun 2022, dilakukan melalui kolaborasi Blibli dan Magalarva yang difasilitasi oleh Bank DBS Indonesia. Blibli menyerahkan bahan pangan yang dijual namun sudah kedaluwarsa–seperti biskuit, sereal, mie instan, tepung bumbu, saos, teh, kopi, susu, dan bahan olahan lainnya–kepada Magalarva, secara berkala dari tiga gudang Blibli yang berlokasi di Bogor, Tangerang, dan Bekasi untuk kemudian diolah menjadi pakan ternak ikan dan udang.

Seluruh pihak–baik Bank DBS, Blibli, maupun Magalarva–meyakini bahwa kolaborasi yang dilakukan tidak hanya menyelamatkan kurang lebih 13 ton sampah makanan, namun juga memberi nilai tambah bagi para pembudidaya ikan dan udang di Indonesia melalui pakan ternak yang mencapai 5 ton.

Harapan dan manfaat

Senior Vice President Operations-Logistic & Warehouse Blibli, Bayu Sudjono, mengungkapkan, kegiatan ini sejalan dengan Aksi Cinta Bumi yang dimiliki oleh Blibli. “Hal ini dapat memberikan manfaat bagi para pembudidaya ikan dan udang di Indonesia. Selain itu, pengelolaan limbah makanan ini juga turut mengoptimalkan penyimpanan barang di Gudang Blibli sehingga lebih efisien,” ujarnya.

Sementara, Founder & CEO Magalarva, Rendria Labde, berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran ke banyak pihak tentang pentingnya pengolahan limbah makanan. “Sejak berdiri pada tahun 2017, Magalarva bergerak untuk menutup lingkaran konsumsi dengan menghilangkan penumpukan sampah organik untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Kini setiap harinya kami bisa mengolah setidaknya 10 ton sampah makanan di Indonesia menjadi produk berkelanjutan,” katanya.

Related Articles