Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BYD Kejar 100 Titik Flash Charging pada Awal 2027
Pengecasan dengan Flash Charging hanya butuh 9 menit (IDN Times/Fadhliansyah)
  • BYD menargetkan 100 titik flash charging di Indonesia pada awal 2027 untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik, setelah saat ini mengoperasikan 10 titik, termasuk empat di luar Jawa.
  • Perusahaan menilai pertumbuhan penjualan mobil listrik lebih cepat daripada penambahan pengisian daya; rasio kendaraan listrik terhadap titik pengisian di Indonesia disebut masih 1 banding 44.
  • Flash charging BYD berdaya hingga 1.500 kW per konektor dan dapat melayani dua kendaraan; durasi pengisian tetap bergantung pada kompatibilitas baterai serta sistem kendaraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tangerang, FORTUNE — PT BYD Motor Indonesia menargetkan pembangunan 100 titik pengisian daya ultra cepat atau flash charging di Indonesia pada awal 2027. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di tengah pertumbuhan penjualan mobil listrik yang dinilai belum diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya.

Head of PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan pengembangan infrastruktur pengisian daya menjadi salah satu fokus perusahaan selain penjualan kendaraan. Saat ini, BYD telah mengoperasikan teknologi flash charging di 10 titik di Indonesia, termasuk di diler Danza Arista PIK 2, Tangerang.

“Komitmen BYD itu bukan hanya di penjualan kendaraan, tapi di ekosistem kendaraan listrik. Salah satu yang paling utama adalah charger, ekosistem pengecasan,” kata Luther saat ditemui di diler BYD Arista PIK 2, Tangerang, Jumat (16/10).

Menurut dia, pertumbuhan penjualan kendaraan listrik berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan penambahan fasilitas pengisian daya. Kondisi tersebut membuat rasio kendaraan listrik terhadap titik pengisian daya di Indonesia masih relatif rendah.

“Peningkatan eksponensial dari penjualan listrik tidak dibarengi dengan peningkatan jumlah titik pengecasan. Bahkan saat ini secara rasio masih 1 banding 44. Itu sangat kecil dibanding di Cina, yaitu bisa 1 banding 10 atau 1 banding 17,” ujarnya.

BYD berupaya menjawab tantangan tersebut melalui teknologi flash charging yang memungkinkan pengisian daya kendaraan listrik berlangsung lebih cepat. Perusahaan kini menjajaki kerja sama dengan sejumlah pengelola stasiun pengisian daya dan lokasi strategis untuk memperluas jaringan tersebut.

Dia mengatakan, dari 10 titik yang telah tersedia saat ini, empat titik berada di luar Pulau Jawa. BYD berencana menambah lokasi secara bertahap melalui kerja sama dengan mitra serta pembangunan fasilitas baru.

Teknologi pengecasan ini diperkenalkan untuk pasar Indonesia pada 14 Oktober 2026. Fasilitas yang tersedia di Danza Arista PIK 2 memiliki kemampuan pengisian daya hingga 1.500 kilowatt (kW) melalui satu konektor.

BYD mengklaim teknologi tersebut dapat mengisi baterai Blade generasi kedua dari 10 persen menjadi 70 persen dalam lima menit dan mencapai 97 persen dalam sembilan menit dalam kondisi normal. Namun, kemampuan tersebut berlaku untuk kendaraan dengan baterai yang kompatibel dengan teknologi flash charging.

Sistem ini menggunakan pengisian daya arus searah atau direct current (DC), yang didukung perangkat penyimpanan energi terintegrasi. Perangkat tersebut berfungsi menyimpan listrik dan memasok daya tinggi ketika kendaraan melakukan pengisian.

Setiap stasiun memiliki dua konektor sehingga dapat melayani dua kendaraan secara bersamaan. Apabila hanya satu konektor digunakan, daya maksimum mencapai 1.500 kW. Sementara itu, jika kedua konektor digunakan bersamaan, masing-masing dapat menyalurkan daya hingga 1.000 kW.

Meski demikian, kecepatan pengisian tidak otomatis sama untuk semua kendaraan listrik yang menggunakan fasilitas tersebut. Kemampuan baterai dan sistem pengisian daya masing-masing kendaraan tetap menentukan durasi pengisian.

Selain mengembangkan infrastruktur, BYD telah memperkenalkan Blade Battery generasi kedua yang digunakan pada model terbaru Danza, yakni New D9 dan Z9 GT. Baterai tersebut diklaim memiliki kepadatan energi lebih dari 5 persen dibandingkan dengan generasi pertama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article