Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
potret produk teh Sariwangi
potret produk teh Sariwangi (tehsariwangi.com)

Intinya sih...

  • Unilever menjual bisnis teh Sariwangi ke Grup Djarum senilai Rp1,5 triliun.

  • Transaksi ini setara 45 persen dari ekuitas Unilever per September 2025.

  • Penjualan Sariwangi tidak berdampak material pada operasional Unilever.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — PT Unilever Indonesia Tbk resmi melepas bisnis teh dengan merek Sariwangi setelah menandatangani perjanjian pengalihan bisnis dengan PT Savoria Kreasi Rasa, entitas usaha di bawah Grup Djarum.

Transaksi ini bernilai Rp1,5 triliun di luar pajak dan dikategorikan sebagai transaksi material berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Unilever menyampaikan penandatanganan Business Transfer Agreement (BTA) dilakukan pada 6 Januari 2026. Manajemen menjelaskan bahwa pembeli tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, meskipun PT Savoria Kreasi Rasa merupakan bagian dari Grup Djarum.

Penjualan ini mencakup pelepasan seluruh segmen operasi bisnis teh dengan merek Sariwangi.

Nilai transaksi dan jadwal penyelesaian

Manajemen Unilever menyatakan nilai transaksi penjualan bisnis teh Sariwangi disepakati sebesar Rp1,5 triliun di luar pajak yang berlaku. Penilaian bisnis independen telah dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan dengan nilai pasar sebesar Rp1,48 triliun.

“Nilai Transaksi: Harga yang disepakati adalah sebesar Rp1.500.000.000.000 di luar pajak yang berlaku. Penilaian bisnis independen telah dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik Suwendho Rinaldy dan Rekan dengan nilai pasar sebesar Rp1.488.228.000.000,” tulis manajemen Unilever dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Kamis (8/1).

Penyelesaian transaksi direncanakan berlangsung pada 2 Maret 2026 atau pada tanggal lain yang disepakati secara tertulis oleh kedua belah pihak.

Kontribusi Sariwangi terhadap kinerja Unilever

Nilai transaksi penjualan bisnis Sariwangi setara dengan sekitar 45 persen dari total ekuitas Unilever Indonesia berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Siddharta Widjaja & Rekan, anggota jaringan KPMG.

Meski demikian, kontribusi operasional bisnis teh terhadap kinerja Unilever relatif terbatas. Berdasarkan perhitungan Perseroan, total aset bisnis teh Sariwangi tercatat sekitar 2,5 persen dari total aset Unilever. Kontribusi laba bersih mencapai 3,1 persen, sementara pendapatan usaha dari segmen ini sekitar 2,7 persen dari total pendapatan Perseroan.

Dengan komposisi tersebut, Unilever menyatakan transaksi ini termasuk Transaksi Material sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/POJK.04/2020. Namun, transaksi tersebut tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), meski tetap wajib diumumkan kepada publik dan disampaikan kepada OJK beserta dokumen pendukung.

Dampak transaksi penjualan teh Sariwangi bagi Unilever

Manajemen Unilever menegaskan penjualan bisnis teh Sariwangi tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, maupun kelangsungan usaha Perseroan. Penjualan ini memungkinkan Unilever merealisasikan nilai investasinya pada bisnis teh di Indonesia.

“Penjualan bisnis teh tersebut akan memungkinkan Perseroan untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Indonesia dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang sahamnya dalam jangka pendek, serta berfokus pada bisnis inti Perseroan yang tersisa guna meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang,” tulis manajemen.

Sejalan dengan keterbukaan informasi tersebut, Unilever juga mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar secara elektronik pada 13 Februari 2026. Daftar pemegang saham yang berhak hadir ditetapkan pada 21 Januari 2026.

Profil singkat PT Savoria Kreasi Rasa

PT Savoria Kreasi Rasa merupakan unit bisnis konsumer di bawah Grup Djarum, konglomerasi yang dikendalikan oleh Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Sebelum mengakuisisi bisnis Sariwangi, Savoria memiliki rekam jejak di industri makanan dan minuman, termasuk akuisisi merek permen Fox's dari Nestlé pada 2018.

Setelah akuisisi tersebut, Savoria mengembangkan berbagai produk turunan, mulai dari Fox’s Ice Mints, Fox’s Coffee World, hingga produk non-permen seperti Fox’s Fusion Tea dan Fox Instant Puding.

FAQ seputar Unilever

Siapa pemilik Unilever Indonesia?

Pemilik Unilever Indonesia adalah Unilever Indonesia Holding BV.

Apa arti dari logo Unilever?

Logo Unilever berbentuk huruf U yang terdiri dari elemen gambar-gambar kecil yang merupakan ilustrasi ratusan brand produk UNILEVER. Huruf 'U' menyimbolkan "U can make a difference".

Berapa nilai transaksi penjualan Sariwangi milik Unilever?

Nilai transaksi disepakati sebesar Rp1,5 triliun di luar pajak.

Editorial Team