Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Gelombang Pergantian CEO AS 2026: Buffett hingga CEO Target

Cuplikan film Becoming Warren Buffett (2017)
cuplikan film Becoming Warren Buffett (2017) (dok. HBO/Becoming Warren Buffett)
Intinya sih...
  • Awal tahun 2026 ditandai gelombang besar pergantian CEO di perusahaan besar AS.
  • Ritel dan konsumer menjadi sektor dengan tekanan kepemimpinan paling tinggi.
  • Perubahan kebutuhan kompetensi mendorong restrukturisasi C-suite.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Tahun 2026 menjadi periode penting bagi kepemimpinan korporasi di Amerika Serikat (AS). Sejumlah perusahaan publik terbesar, mulai dari konglomerasi investasi hingga raksasa ritel dan konsumer, memasuki fase transisi di tingkat CEO.

Perubahan ini mencerminkan penyesuaian strategi perusahaan terhadap tekanan pasar, pergeseran perilaku konsumen, serta tuntutan efisiensi yang kian tinggi.

Salah satu transisi paling disorot adalah mundurnya Warren Buffett dari posisi CEO Berkshire Hathaway pada 1 Januari 2026. Namun, pergantian tersebut bukan peristiwa tunggal.

Sepanjang awal tahun ini, gelombang perombakan C-suite meluas ke sektor ritel, barang konsumsi, hingga teknologi, menandai perubahan kebutuhan kepemimpinan di tengah lanskap bisnis yang semakin kompetitif.

Warren Buffett tinggalkan kursi CEO Berkshire Hathaway

Warren Buffett resmi menyerahkan kendali Berkshire Hathaway pada Kamis (1/1), mengakhiri era panjang kepemimpinannya di perusahaan konglomerasi yang ia bangun selama puluhan tahun.

Investor legendaris yang dijuluki Oracle of Omaha tersebut memimpin Berkshire menjadi salah satu perusahaan publik paling bernilai di dunia, dengan portofolio yang mencakup asuransi, energi, transportasi, hingga kepemilikan saham strategis.

Transisi ini menandai perubahan generasi dalam tata kelola perusahaan besar di AS.

Meski tidak disertai gejolak pasar yang signifikan, peralihan kepemimpinan Berkshire dipandang sebagai bagian dari dinamika yang lebih luas, di mana perusahaan mulai mempersiapkan struktur manajemen untuk menghadapi tantangan jangka panjang.

Walmart dan Target: Transisi di ritel skala besar

Walmart mengumumkan bahwa CEO Doug McMillon akan pensiun pada 31 Januari 2026. McMillon telah memimpin perusahaan sejak Februari 2014 dan mencatatkan lebih dari empat tahun berturut-turut pertumbuhan penjualan toko sebanding (same-store sales).

Di bawah kepemimpinannya, kapitalisasi pasar Walmart meningkat dari sekitar 250 miliar dolar AS menjadi lebih dari 800 miliar dolar AS atau sekitar Rp13.372 triliun (kurs Rp16.718). Posisi CEO selanjutnya akan diisi oleh John Furner, yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Walmart AS.

Target juga menjalani pergantian kepemimpinan. Brian Cornell akan pensiun pada 1 Februari 2026 setelah 11 tahun menjabat CEO. Selama masa kepemimpinannya, Target menghadapi tekanan penjualan yang mendorong restrukturisasi besar di internal perusahaan.

COO Michael Fiddelke, yang bergabung dengan Target sejak 2003, ditunjuk sebagai CEO baru. Dalam memo internal pada Oktober, Fiddelke menetapkan tiga prioritas utama: memperkuat kepemimpinan ritel di bidang gaya dan desain, meningkatkan pengalaman pelanggan, serta memperkuat teknologi.

Target juga mengumumkan pemangkasan sekitar 8 persen posisi korporat di AS, yang oleh analis dinilai sebagai langkah penting dalam upaya pemulihan.

Lululemon hingga perusahaan konsumer global

Lululemon memasuki fase transisi setelah CEO Calvin McDonald menyatakan akan meninggalkan perusahaan pada akhir Januari 2026. Calvin McDonald memimpin sejak 2018 dan memperluas merek tersebut ke kategori baru seperti sepatu lari dan kolaborasi dengan NFL.

Sambil menunggu CEO definitif, CFO Meghan Frank dan Chief Commercial Officer André Maestrini ditunjuk sebagai co-CEO interim.

Perusahaan ini menghadapi tekanan investor, termasuk Elliott Investment Management yang mengakuisisi saham senilai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,71 triliun. Dalam lima tahun terakhir, saham Lululemon tercatat turun hampir 40 persen.

Gelombang pergantian juga terjadi di sektor konsumer lainnya. Coca-Cola mengumumkan CEO James Quincey akan mundur setelah hampir sembilan tahun menjabat dan digantikan COO Henrique Braun pada 31 Maret 2026. Selama masa kepemimpinan Quincey, saham Coca-Cola tercatat mengungguli PepsiCo sekitar 40 persen.

Di Procter & Gamble, Shailesh Jejurikar resmi menjabat CEO pada 1 Januari 2026, menggantikan Jon Moeller. Sementara itu, PepsiCo melakukan perombakan kepemimpinan regional setelah mencapai kesepakatan dengan Elliott Management, meski Ramon Laguarta tetap menjabat CEO grup.

Pergeseran kebutuhan kepemimpinan di tengah tekanan baru

Pergantian CEO di berbagai sektor terjadi seiring berubahnya kebutuhan kompetensi pimpinan perusahaan. Analis TD Cowen, Oliver Chen, menilai tantangan ke depan membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan masa lalu.

“Keterampilan yang dibutuhkan untuk masa depan tidak sama dengan yang dibutuhkan di masa lalu,” ujar Chen, dilansir Yahoo Finance, Senin (29/12/2025).

Ia menambahkan bahwa di sektor ritel, perusahaan kini membutuhkan pemimpin dengan keahlian rantai pasok yang kuat, terutama di tengah kebijakan tarif Presiden Donald Trump, serta pemahaman teknologi karena Amazon dan TikTok terus mengubah pola belanja konsumen.

“Ritel lebih sulit dari sebelumnya; ini adalah sektor yang sangat kompetitif,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan tekanan struktural yang dihadapi perusahaan ritel, mulai dari margin yang tergerus hingga tuntutan transformasi digital.

Dinamika serupa di sektor teknologi

Perubahan kepemimpinan juga terjadi di sektor teknologi. Intel mencatat transisi besar ketika Lip-Bu Tan mengambil alih posisi CEO setelah Pat Gelsinger diberhentikan pada akhir 2024. Di Apple, meski Tim Cook tetap menjabat, sejumlah posisi eksekutif senior mengalami pergantian sepanjang paruh kedua tahun sebelumnya.

Rangkaian pergantian CEO pada 2026 menunjukkan bagaimana perusahaan-perusahaan besar AS menyesuaikan struktur kepemimpinan mereka di tengah tekanan pasar, teknologi, dan ekspektasi investor yang terus berubah.

FAQ seputar gelombang pergantian CEO di 2026

Kapan Warren Buffett resmi mundur sebagai CEO Berkshire Hathaway?

Warren Buffett resmi melepas jabatan CEO pada 1 Januari 2026.

Perusahaan ritel apa saja yang berganti CEO di 2026?

Walmart, Target, dan Lululemon termasuk ritel besar yang mengalami pergantian CEO.

Apa faktor utama gelombang pergantian CEO ini?

Tekanan pasar, perubahan perilaku konsumen, teknologi, dan tuntutan investor menjadi faktor utama.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in Business

See More

Perluas Pasar Galangan, SOCI Bidik Rakit hingga 30 Unit Kapal di 2026

08 Jan 2026, 16:39 WIBBusiness