Disokong Residensial & Stimulus, BSDE Bidik Penjualan Rp10 T pada 2026

Target prapenjualan didukung segmen residensial dan perpanjangan stimulus PPN DTP 100 persen untuk properti siap huni.
Segmen residensial seperti BSD City diproyeksikan menyumbang 50 persen penjualan.
BSDE optimistis prospek properti 2026 tetap positif berkat kebijakan fiskal-moneter yang akomodatif.
Jakarta, FORTUNE – Emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menetapkan sasaran prapenjualan atau marketing sales Rp10 triliun untuk tahun buku 2026. Angka tersebut dipasang secara moderat dengan mengandalkan segmen residensial serta dukungan perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) 100 persen.
Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, menyatakan perusahaan memilih sikap konservatif dalam mencermati dinamika industri properti nasional tahun ini. Sebagai catatan, sepanjang 2025, BSDE berhasil membukukan realisasi prapenjualan senilai Rp10,04 triliun, sedikit melampaui target yang ditetapkan sebelumnya.
“Targetnya memang sama seperti tahun lalu sekitar Rp10 triliun. Kenapa demikian? Karena kita seperti tahun-tahun sebelumnya, target kita itu kita tidak mau terlalu bombastis, tapi di tengah jalan nanti kita revisi,” ujar Hermawan dalam diskusi bersama media di Jakarta, Rabu (25/2).
Segmen residensial, terutama proyek unggulan BSD City, diproyeksikan tetap menjadi mesin pertumbuhan utama. Sektor ini diharapkan menyumbang 50 persen dari total sasaran, atau setara Rp5 triliun. Hermawan menegaskan fundamental permintaan tetap kokoh, terutama pada proyek berkonsep township dan kawasan penyangga ibu kota.
Selain residensial, segmen komersial ditargetkan berkontribusi Rp3,50 triliun atau 35 persen dari total pagu. Sementara itu, lini bisnis kolaborasi melalui kemitraan strategis diharapkan menyumbang Rp1,50 triliun (15 persen). Saat ini, BSDE aktif menggarap sejumlah proyek joint venture (JV) seperti Nava Park, Hiera, dan The Zora.
Kinerja konsolidasi perseroan juga akan diperkuat oleh kontribusi entitas anak usaha, PT Suryamas Dutamakmur (SMDM). Pertumbuhan ini difokuskan melalui tiga proyek utama milik SMDM, yakni Rancamaya, Royal Tajur, dan Harvest City.
Manajemen BSDE memandang prospek industri properti 2026 tetap kondusif berkat sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif. Stimulus PPN DTP 100 persen untuk hunian siap huni dengan harga hingga Rp5 miliar menjadi katalis utama bagi daya beli konsumen.
Di sisi lain, kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas suku bunga acuan serta relaksasi rasio Loan to Value (LTV) hingga 100 persen diyakini akan memperlancar akses pembiayaan.
“Kami melihat prospek 2026 tetap positif dengan dukungan kebijakan pemerintah yang suportif. Kombinasi kebijakan fiskal dan moneter ditambah dengan program pemasaran nasional kami Royal Key akan memperkuat daya beli masyarakat serta akses pembiayaan,” kata Hermawan.

















