Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Daftar Akuisisi Emiten Awal 2026, NELY hingga AMMS

potret kapal PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY)
potret kapal PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY) (nellydwiputri.co.id)
Intinya sih...
  • PT Nelly Dwi Putri Tbk (NELY) akan diakuisisi oleh perusahaan lain dengan nilai transaksi sekitar Rp2 triliun, lebih tinggi dari valuasi kapitalisasi pasar NELY.
  • PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mempersiapkan akuisisi saham PT Trimata Coal Perkasa senilai Rp1,6 triliun.
  • PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) melanjutkan proses rencana transaksi akuisisi yang melibatkan PT United Tractors Tbk (UNTR).
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE Aktivitas merger dan akuisisi kembali mengemuka pada awal 2026, seiring sejumlah emiten Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap rencana, proses berjalan, hingga penjajakan aksi korporasi strategis.

Langkah-langkah tersebut mencakup pengambilalihan saham pengendali, akuisisi aset operasional, hingga ekspansi ke lini usaha baru. Isu akuisisi datang dari berbagai sektor, mulai dari pelayaran, energi, pertambangan, hingga perikanan.

Sebagian aksi masih berada pada tahap negosiasi dan pemenuhan persyaratan pendahuluan, sementara lainnya telah memasuki fase perubahan pengendali. Berikut daftar akuisisi emiten awal 2026 yang menjadi sorotan pasar.

PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY)

PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY) mencuri perhatian pelaku pasar menyusul kabar rencana pengambilalihan oleh perusahaan lain yang juga tercatat di BEI. Berdasarkan informasi yang berkembang di kalangan pasar, calon pengakuisisi disebut merupakan emiten publik.

Nilai transaksi dikabarkan setara dengan valuasi kapitalisasi pasar sekitar Rp2 triliun, lebih tinggi dibandingkan kapitalisasi pasar NELY yang berada di kisaran Rp1,09 triliun.

Penyelesaian transaksi disebut ditargetkan berlangsung pada kuartal I/2026. Jika pengambilalihan dilakukan atas saham mayoritas, aksi ini berpotensi memicu perubahan pengendali dan kewajiban pelaksanaan tender offer sesuai ketentuan pasar modal.

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA)

PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) tengah mempersiapkan akuisisi saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP). Langkah ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat pada 22 Desember 2025 antara pemegang saham pengendali MEJA, PT Triple Berkah Bersama, dan pemegang saham pengendali Trimata Coal Perkasa.

Dalam kesepakatan tersebut, disepakati pengambilalihan 45 persen saham pengendali dengan nilai transaksi mencapai Rp1,6 triliun, yang akan direalisasikan secara bertahap sesuai dengan peraturan pasar modal.

TCP memiliki konsesi tambang batubara seluas sekitar 11.640 hektare di Sumatera Selatan, dengan estimasi sumber daya tertambang 693,7 juta ton, serta izin produksi periode 2024–2026 dengan total volume 2,6 juta ton.

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB)

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) masih melanjutkan proses rencana transaksi akuisisi yang melibatkan PT United Tractors Tbk (UNTR).

Berdasarkan perjanjian jual beli bersyarat, para pihak sepakat memperpanjang tenggat waktu penyelesaian transaksi selama tiga bulan, dari semula 23 Desember 2025 menjadi paling lambat 23 Maret 2026.

Perpanjangan dilakukan seiring masih berlangsungnya pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan. Aksi korporasi ini mencakup rencana UNTR mengakuisisi 99,99 persen saham PT Arafura Surya Alam (ASA) dari grup PSAB, dengan nilai transaksi yang mencakup enterprise value sebesar 540 juta dolar AS atau sekitar Rp9,06 triliun (kurs Rp16.779).

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)

PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengungkapkan tengah menyelesaikan proses negosiasi dan uji tuntas atas sejumlah proyek strategis. Rencana tersebut mencakup akuisisi dua perusahaan pelayaran dengan aset operasional berupa dua unit Liquefied Natural Gas Carrier (LNGC) dan satu unit Very Large Gas Carrier (VLGC).

Selain itu, RAJA juga menjajaki investasi infrastruktur hilir migas di kawasan Indonesia Timur.

Perseroan tengah menyelesaikan studi kelayakan pembangunan LNG Terminal di Banten dan LNG Plant di Kalimantan, serta melakukan uji tuntas atas rencana akuisisi pembangkit listrik tenaga air dan biomassa sebagai bagian dari pengembangan portofolio energi bersih.

PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS)

PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) mencatat perubahan pengendali setelah Radiant Ruby Company Ltd., perusahaan investasi asal British Virgin Island, menyelesaikan transaksi pengambilalihan saham pada 24 Desember 2025.

Radiant mengakuisisi 599.563.869 saham AMMS dari PT Mandara Mas Semesta dan 30.437.500 saham dari Hartono Limmantoro. Dengan harga pengambilalihan Rp30 per saham, total nilai transaksi mencapai Rp18,9 miliar. Aksi ini menjadikan Radiant sebagai pengendali baru AMMS dengan kepemilikan 51 persen saham.

Direktur Radiant, Brian Limiardi, menyampaikan bahwa tujuan akuisisi adalah mendorong pengembangan bisnis AMMS ke industri aset keuangan digital.

“Tujuan dari pengambilalihan adalah untuk mendorong pertumbuhan eksponensial kinerja dan bisnis, di mana Perusahaan Target akan mengambil peran di industri aset keuangan digital melalui pengembangan produk teknologi berbasis aset digital,” ujar Brian dalam keterbukaan informasi, dikutip Rabu (7/1).

Brian menambahkan bahwa aset digital yang dimaksud mencakup berbagai skema digitalisasi, termasuk instrumen berbasis token.

“Termasuk skema digitalisasi atau representasi aset (antara lain instrumen berbasis token) sesuai regulasi yang berlaku serta program edukasi terkait produk dan keuangan digital secara business to business bagi pelaku usaha dan calon investor,” tambahnya.

FAQ seputar daftar akuisisi emiten awal 2026

Apa saja emiten yang masuk daftar akuisisi awal 2026?

Emiten tersebut antara lain NELY, MEJA, PSAB, RAJA, dan AMMS.

Apakah semua akuisisi sudah selesai?

Tidak, sebagian masih dalam tahap negosiasi atau pemenuhan persyaratan pendahuluan.

Sektor apa yang paling aktif dalam akuisisi awal 2026?

Sektor pelayaran, energi, pertambangan, dan perikanan tercatat paling aktif.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in Business

See More

Perluas Pasar Galangan, SOCI Bidik Rakit hingga 30 Unit Kapal di 2026

08 Jan 2026, 16:39 WIBBusiness