Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Pegadaian Dorong Green Tourism di Yogyakarta lewat Bekalista

Pegadaian Dorong Green Tourism di Yogyakarta lewat Bekalista
Pegadaian meraih apresiasi dari Menteri Keuangan Republik Indonesia atas kolaborasi strategis yang menggerakkan sektor usaha mikro di Daerah Istimewa Yogyakarta. (dok. Pegadaian)
Intinya Sih
5W1H
  • PT Pegadaian bersama PIP menyalurkan 50 unit Becak Kayuh Listrik Wisata senilai Rp1,4 miliar untuk mendukung ekonomi kerakyatan dan pelestarian lingkungan di Yogyakarta.
  • Program Bekalista sejalan dengan kebijakan zona emisi rendah Malioboro dan Margo Mulya, menggantikan bentor dengan becak kayuh listrik sesuai aturan daerah serta menjaga warisan budaya lokal.
  • Inisiatif ini mendukung prinsip ESG dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, menciptakan transportasi ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM sektor wisata tradisional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE – PT Pegadaian (Persero) bersama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) mendukung penguatan ekonomi kerakyatan dan pelestarian lingkungan dengan menyalurkan bantuan sebanyak 50 unit Becak Kayuh Listrik Wisata (Bekalista) senilai Rp1,4 miliar kepada ekosistem Bekalista Yogyakarta.

Atas langkah tersebut, Pegadaian meraih apresiasi dari Menteri Keuangan Republik Indonesia atas kolaborasi strategis yang menggerakkan sektor usaha mikro di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penghargaan berupa miniatur becak listrik tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan RI, Bapak Purbaya Yudhi Sadewa, kepada Direktur Human Capital PT Pegadaian (Persero), Tribuana Tunggadewi di Sasana Hinggil Kraton Yogyakarta, pada Kamis (16/6).

Pemberian bantuan Bekalista ini hadir bertepatan saat Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta sedang gencar menjalankan program zona emisi rendah dan zona pejalan kaki di kawasan Jalan Malioboro dan Jalan Margo Mulya. Langkah ini merupakan bagian dari amanat besar setelah ditetapkannya kawasan tersebut sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Salah satu implementasi penting dari program tersebut adalah pembatasan hingga larangan operasional becak motor berbahan bakar minyak (bentor). Sebagai solusinya, pemerintah mengarahkannya pada penggunaan becak kayuh tradisional serta becak kayuh dengan bantuan motor listrik. Desain Bekalista yang disalurkan Pegadaian pun telah disesuaikan dengan pakem kendaraan tradisional Yogyakarta sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi DI Yogyakarta Nomor 5 Tahun 2016.

"Kolaborasi ini merupakan wujud nyata kepedulian Pegadaian terhadap pilar lingkungan dan ekonomi masyarakat. Melalui bantuan Bekalista ini, kami tidak hanya ingin menjaga kelestarian budaya dan lingkungan Yogyakarta, tetapi juga memastikan para pelaku UMKM di sektor transportasi tradisional tetap memiliki mata pencaharian yang layak, lebih hemat energi, dan mampu meningkatkan taraf hidup mereka," ujar Tribuana Tunggadewi.

Membawa dampak positif

IMG-20260720-WA0005.jpg
Pegadaian meraih apresiasi dari Menteri Keuangan Republik Indonesia atas kolaborasi strategis yang menggerakkan sektor usaha mikro di Daerah Istimewa Yogyakarta. (dok. Pegadaian)

Program Bekalista dirancang untuk memberikan dampak positif yang luas dan berlapis. Kegiatan ini sejalan dengan prinsip ESG (Environmental, Social & Governance) melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan pada pilar lingkungan dan sosial, khususnya TPB 13 terkait dengan Penanganan Perubahan Iklim, serta TPB 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Kehadiran 50 armada baru ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi terciptanya ekosistem transportasi yang komprehensif dan ramah lingkungan.

Melalui keberhasilan implementasi program Bekalista di Yogyakarta, PT Pegadaian (Persero) berharap program ini dapat berjalan sukses dan menjadi inspirasi bagi kota-kota wisata budaya lainnya di Indonesia untuk menerapkan konsep transportasi hijau yang inklusif. (WEB)

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More