RISE Kucurkan Investasi Rp1 Triliun Bangun Resort Mewah di Ubud

- PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) investasi Rp1 triliun untuk membangun resort premium VASA Ubud di Bali guna memperkuat portofolio hospitality dan pendapatan berulang perusahaan.
- VASA Ubud berdiri di lahan 7,39 hektare dengan konsep low-density luxury resort, menghadirkan 41 vila mewah dan 128 kamar hotel bergaya sanctuary berstandar internasional.
- Proyek ini mengusung desain berkelanjutan yang memadukan budaya Bali dan modernitas, serta diharapkan menciptakan lapangan kerja dan mendorong ekonomi lokal selama konstruksi hingga operasional.
Jakarta, FORTUNE- Emiten properti milik pengusaha Hermanto Tanoko, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) memperluas sumber pertumbuhan bisnis dengan menggarap proyek resort premium VASA Ubud di Bali. Investasi yang dikeluarkan perseroan untuk pembangunan properti mewah itu sekitar Rp1 triliun untuk memperkuat portofolio hospitality sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan berulang (recurring income) di tengah prospek positif industri pariwisata Indonesia.
Selain itu, proyek baru ini diharapkan dapat memperluas portofolio properti bernilai tambah tinggi sekaligus memperkuat posisi RISE di segmen pariwisata dan akomodasi premium Indonesia.
Pembangunan VASA Ubud resmi dimulai melalui seremoni groundbreaking pada Jumat (17/7). Proyek tersebut dibangun di atas lahan seluas 7,39 hektare di kawasan Ubud tersebut ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 30 bulan.
Presiden Direktur PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk, Budi Agusti, mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan.
“VASA, Ubud merupakan bagian dari komitmen RISE untuk terus mengembangkan portofolio properti premium dengan standar internasional. Kami melihat potensi sektor pariwisata Indonesia, khususnya Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia, masih memiliki peluang pertumbuhan yang sangat besar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (20/7).
VASA Ubud dirancang untuk memberikan pengalaman menginapeksklusif dengan berkonsep low-density luxury resort yang mengedepankan privasi, pengalaman premium, serta standar internasional . Resort ini akan menghadirkan 41 unit private luxury villas serta 128 kamar hotel bergaya sanctuary dengan luas kamar mulai dari 48 meter persegi, menawarkan ruang yang lebih luas dibandingkan standar akomodasi premium pada umumnya.
Dari sisi desain, VASA Ubud mengadopsi pendekatan arsitektur yang menggabungkan nilai budaya Bali dengan konsep modern berkelanjutan. Tata ruang kawasan dirancang menyerupai desa tradisional Bali modern yang menyatu dengan alam sekitar, dengan pembangunan vila menggunakan sistem terasering mengikuti kontur alami kawasan Ubud.
Tidak hanya mengedepankan aspek kemewahan, VASA Ubud mengimplementasikan prinsip sustainable design sebagai bagian dari komitmen perseroan terhadap pembangunan yang bertanggung jawab. Beberapa inisiatif keberlanjutan yang diterapkan mencakup revitalisasi saluran air alami di kawasan proyek, sistem daur ulang dan sirkulasi air antar kolam, pemanfaatan energi terbarukan melalui solar panel, serta penggunaan tanaman organik mikro pada area atap bangunan.
Dari sisi ekonomi, pembangunan proyek ini juga diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja serta peningkatan aktivitas ekonomi lokal, baik selama tahap konstruksi maupun saat memasuki fase operasional.
Dengan kombinasi lokasi strategis, konsep premium, pendekatan keberlanjutan, serta potensi pertumbuhan industri pariwisata Indonesia, VASA Ubud diharapkan dapat menjadi salah satu aset strategis RISE dalam memperkuat bisnis hospitality, memperkuat recurring income dan meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.
“Melalui VASA Ubud, kami tidak hanya membangun sebuah destinasi premium, tetapi juga menghadirkan ikon baru pariwisata Indonesia yang memiliki nilai ekonomi, lingkungan, dan sosial yang berkelanjutan. Kami optimistis proyek ini dapat menjadi salah satu katalis pertumbuhan RISE ke depan,” pungkas Budi Agusti.





















