Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Pupuk Kaltim Produksi 3,44 Juta Ton Pada Semester I-2026

Pupuk Kaltim Produksi 3,44 Juta Ton Pada Semester I-2026
Stok pupuk di Pupuk Kaltim (dok. Pupuk Kaltim)
Intinya Sih
  • Pupuk Kaltim mencatat produksi 3,44 juta ton pada semester I-2026, setara 52,32% dari target tahunan dengan komposisi urea, NPK, dan amonia.
  • Efisiensi operasional ditingkatkan lewat optimalisasi teknologi, peningkatan SDM, serta penguatan keselamatan kerja untuk menjaga kinerja produksi hingga akhir tahun.
  • Proyek revamping Pabrik Amonia-2 dan pembangunan pabrik soda ash menekan konsumsi gas serta emisi CO2, mendukung transisi menuju industri pupuk rendah karbon.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) merealisasikan produksi sebesar 3,44 juta ton pada semester pertama 2026. Jumlah itu setara 52,32 persen dari target produksi tahun ini.

Realisasi produksi perseroan pada semester I itu terdiri atas 1,85 juta ton urea, 165 ribu ton NPK, dan 1,42 juta ton amonia. Adapun, kapasitas produksi perseroan saat ini mencapai 3,43 juta ton urea, 300 ribu ton NPK, dan 2,74 juta ton amonia.

Perusahaan menargetkan kinerja produksi tetap terjaga hingga akhir tahun. Optimisme itu didukung realisasi produksi sepanjang 2025 yang mencapai 6,67 juta ton atau melampaui target tahunan.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, mengatakan capaian tersebut ditopang penerapan efisiensi operasional melalui optimalisasi teknologi produksi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan aspek keselamatan kerja.

"Kami terus memaksimalkan kinerja produksi, agar kebutuhan pupuk nasional dapat terpenuhi tepat waktu dan tepat jumlah. Seluruh upaya tersebut bertujuan, agar petani dapat memperoleh pupuk sesuai kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas," kata Rafli, Rabu (15/7).

Sebagai bagian dari peningkatan efisiensi, Pupuk Kaltim telah menyelesaikan proyek revamping Pabrik Amonia-2 pada awal 2026. Proyek tersebut diklaim mampu menurunkan konsumsi gas sekitar 4 MMBTU per ton amonia atau lebih dari 10 persen dibandingkan sebelumnya, sekaligus memangkas emisi karbon hingga 110.000 ton CO2 per tahun.

Pupuk Kaltim juga tengah membangun pabrik soda ash yang memanfaatkan emisi CO2 sebagai bahan baku sejalan dengan penerapan prinsip ekonomi sirkular. Saat mulai beroperasi, fasilitas ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 174.000 ton CO2 per tahun.

Di sisi lain, perusahaan juga sedang menjajaki potensi pengembangan clean ammonia sebagai dukungan pada transisi menuju industri pupuk rendah karbon.

"Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan kinerja perusahaan senantiasa selaras dengan kelestarian lingkungan dan upaya mendukung ketahanan pangan," pungkas Rafli.

Share Article
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .

Related Articles

See More