Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Dongkrak Kinerja, Emiten Waralaba Pizza Hut Dirikan Anak Usaha Baru

Dongkrak Kinerja, Emiten Waralaba Pizza Hut Dirikan Anak Usaha Baru
Ilustrasi: logo Pizza Hut. (Dok. 123RF)
Intinya Sih
  • PT Sarimelati Kencana Tbk, pengelola Pizza Hut Indonesia, resmi mendirikan anak usaha baru bernama PT Tradisi Baru Bakeri (PT TBB) yang berlokasi di Jakarta Selatan.
  • PT TBB bergerak di bidang penyediaan akomodasi, makanan-minuman, serta perdagangan eceran roti dan kue dengan modal dasar Rp60 miliar dan setoran awal Rp15 miliar.
  • Sarimelati Kencana memegang 55,5% saham PT TBB; langkah ini sejalan dengan strategi diversifikasi bisnis dan tidak berdampak negatif pada operasional maupun keuangan perusahaan induk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), emiten pengelola waralaba restoran Pizza Hut di Indonesia mendirikan anak perusahaan baru bernama PT Tradisi Baru Bakeri (PT TBB), yang berkedudukan di Jakarta Selatan. Pembentukan anak usaha ini ditargetkan bisa mendorong fokus bisnis perseroan dan pertumbuhan berkelanjutan.

“Perseroan berkeyakinan bahwa pembentukan ini dilakukan sesuai dengan strategi bisnis diversifikasi Perseroan serta untuk memastikan agar Perseroan fokus pada pelaksanaan kegiatan usaha yang berkelanjutan,” kata Sekretaris Perusahaan Sarimelati Kencana, Andromeda Hermawan Tristanto dalam keterangan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (25/2).

PT TBB didirikan berdasarkan Akta Pendirian Nomor 04 tertanggal 5 Februari 2026, yang dibuat dihadapan Notaris Mira Dewi Miriam, SH, Notaris Kota Depok dan disahkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor AHU-0014795.AH.01.01.TAHUN 2026 tertanggal 20 Februari 2026.

PT TBB akan menjalankan kegiatan usaha antara lain di bidang penyediaan akomodasi dan penyediaan makan minuman serta perdagangan eceran roti dan kue.

Adapun, perusahaan baru ini didirikan dengan modal dasar senilai Rp60 miliar terbagi atas 60.000 saham, masing-masing saham bernilai nominal Rp1.000.000.

Modal dasar tersebut telah ditempatkan dan disetor penuh sebesar 25 persen atau atau sejumlah 15.000 saham dengan nominal saham seluruhnya bernilai Rp15 miliar.

Sementara itu, pada struktur kepemilikan modal PT TBB, Sarimelati Kencana menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 55,5 persen saham, diikuti PT Jumi Sarikencono 20 persen, dan PT Sriboga Raturaya 10 persen.

“Dengan pembentukan anak perusahaan ini, perseroan akan memiliki anak usaha baru yang laporan keuangannya akan terkonsolidasi,” katanya.

Kejadian ini tidak akan berdampak terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, PZZA mencatatkan penjualan neto sebesar Rp2,26 triliun, naik 11,17 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Adapun, pada periode tersebut perseroan mampu mencatat laba neto tahun berjalan sebesar Rp15,91 miliar, berbalik dari kerugian Rp96,71 miliar yang dicatat pada periode yang sama setahun sebelumnya.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Business

See More