Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Pembangunan Proyek PLTA Tomoni ARKO Capai 61% dari Target

Pembangunan Proyek PLTA Tomoni ARKO Capai 61% dari Target
Proyek PLTA Kukusan 2 milik PT Arkora Hydro Tbk (ARKO). (Dok. ARKO)

Jakarta, FORTUNE - Perkembangan konstruksi pembangkit listrik Tomoni milik PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) telah mencapai 61 persen dari seluruh proses. Perseroan menargetkan proyek itu selesai pada kuartal-II 2026.

Sebagai konteks, proyek Tomoni ARKO merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan kapasitas 10 MW. Lokasinya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Pembangunannya diperkirakan membutuhkan investasi senilai Rp223 miliar.

Selain proyek tersebut, ARKO juga tengah mengerjakan proyek PLTA Pongbembe di Tana Toraja, dengan kapasitas 20 MW. "Untuk proyek Pongbembe yang baru saja dimulai pada akhir 2025, ditargetkan selesai pada 2029," kata Direktur Utama ARKO, Aldo Artoko dalam keterangan resminya, Rabu (25/2).

Sejak tahun 2017 hingga 2025, perseroan menurunkan emisi gas rumah kaca sebanyak ±277.241 ton CO₂eq. Ke depan, perseroan memproyeksikan dapat mereduksi emisi gas rumah kaca tambahan sebesar ±170.809 ton CO₂eq per tahun setelah Proyek Tomoni dan Proyek Pongbembe beroperasi.

Baru-baru ini, ARKO pun baru memulai operasional komersial (commercial operation date) PLTA Kukusan 2 pada 6 Februari 2026. Itu merupakan pembangkit listrik keempat ARKO yang beroperasi. Kapasitasnya 5,4 MW (2 x 2,7 MW).

Perseroan memperkirakan PLTA Kukusan 2 berkontribusi sekitar 17,8 persen terhadap total estimasi produksi listriknya pada 2026, yakni 197,28 GWh. Sebagai konteks, perseroan menargetkan produksi listrik proyek Kukusan 2 sebanyak 35,02 GWh per tahun.

Proyek Kukusan 2 memiliki Perjanjian Jual Beli Listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dengan PT PLN (Persero) selama 25 tahun. Listrik yang diproduksi oleh Proyek Kukusan 2 mengaliri saluran distribusi listrik Lampung sehingga dapat digunakan oleh masyarakat, industri, serta fasilitas publik.

Dengan konsumsi listrik per kapita Indonesia sebesar 1.411 kWh/tahun, Proyek Kukusan 2 mampu mengaliri listrik bagi sekitar 5.000 hingga 7.000 rumah tangga atau sekitar 25.000 jiwa.

Secara finansial, proyek Kukusan 2 mulai berkontribusi terhadap kinerja keuangan perseroan khususnya dalam peningkatan arus kas atas pendapatan rutin dari PLN untuk 25 tahun ke depan.

Hal itu memungkinkan ARKO menambah dan mengeksekusi pipeline yang telah mencapai lebih dari 300 MW di berbagai wilayah di Indonesia. “Ke depannya, kami berkomitmen mengintegrasikan prinsip ESG untuk terus menerangi Indonesia dengan energi bersih dari tenaga air melalui lebih banyak lagi proyek pembangkit listrik EBT di Indonesia," kata Aldo.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Business

See More

RedDoorz Targetkan Pendapatan Naik 20% di Musim Mudik Lebaran 2026

27 Feb 2026, 12:18 WIBBusiness