Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Anak Usaha BREN dan SLB Teken Perjanjian Proyek Geotermal Sekincau

Anak Usaha BREN dan SLB Teken Perjanjian Proyek Geotermal Sekincau
Salah satu fasilitas PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). (Dok. BREN)

Jakarta, FORTUNE - Anak usaha PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), Star Energy Geothermal, dan SLB meneken perjanjian terkait proyek geotermal Sekincau, Lampung Barat. Kolaborasi keduanya mencakup desain dan perencanaan pengembangan lapangan di proyek itu.

Selain itu, keduanya juga sepakat untuk menyediakan layanan pengeboran terintegrasi penuh pada tahap pengembangan proyek Sekincau. Tak hanya itu, 2 entitas tersebut juga menyetujui kerangka kerja kolaborasi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merencanakan peluang panas bumi di masa depan, termasuk di kawasan Amerika Utara.

"Dengan menggabungkan kapabilitas operasional Star Energy Geothermal yang telah teruji dengan kekuatan global SB dalam aspek subsurface dan eksekusi, kami memposisikan panas bumi tidak hanya sebagai pilar transisi energi Indonesia, tapi juga sebagai solusi yang dapat diterapkan secara global," kata Presiden Direktur PT Barito Renewables Energy Tbk sekaligus Group CEO Star Energy Geothermal, Hendra Tan dalam keterangannya, Senin (23/2).

Star Energy Geothermal sendiri adalah pengembang dan operator panas bumi di Indonesia. Saat ini, Star Energy Geothermal mengoperasikan pembangkit listrik panas bumi dengan total kapasitas terpasang sebesar 910 MW. Di luar geotermal, BREN juga mempunyai anak usaha Barito Wind, pemilik Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap di Sulawesi. Kapasaitas PLTB tersebut mencapai 75 MW.

Di sisi lain, SLB merupakan perusahaan teknologi energi global yang telah hadir di lebih dari 100 negara. Fokus mereka adalah inovasi sektor minyak dan gas, penerapan solusi digital berskala besar, dekarbonisasi berbagai industri, serta pengembangan dan peningkatan skala sistem energi baru yang mengakselerasi transisi energi.

Berdasarkan perjanjian dan kerangka kolaborasi tersebut, SLB bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengembangan, mengurangi risiko subsurface dan risiko eksekusi, serta mendukung realisasi proyek panas bumi yang layak secara teknis maupun komersial. Kapabilitas itu dinilai sebagai kunci dalam meningkatkan skala panas bumi sebagai sumber energi andal dan berdaya pasok stabil.

“Teknologi canggih, keahlian teknis yang mendalam, serta kinerja operasional yang disiplin melalui integrasi di seluruh siklus hidup proyek merupakan hal yang esensial untuk meningkatkan skala proyek panas bumi,” ujar Managing Director Indonesia, SLB, Nurzhan Ongaltayev.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

Komisaris MDKA Aksi Beli 4 Kali Selama Februari, Setara Rp2,35 Miliar

23 Feb 2026, 17:21 WIBMarket